Kapal Kargo Vietnam Tenggelam di Laut China Selatan, Puluhan Awak Hilang

Kapal Kargo Vietnam Tenggelam di Laut China Selatan, Puluhan Awak Hilang

Suara Pecari, Sebuah kapal kargo berbendera Vietnam, Khoi Nguyen 18, tenggelam di perairan Laut China Selatan pada Sabtu malam (25/7/2026) akibat cuaca buruk. Kapal yang membawa 62 awak tersebut mengalami kesulitan di dekat Karang Yongshu, yang juga dikenal sebagai Fiery Cross Reef, di Kepulauan Spratly. Hingga Minggu siang, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 45 orang, namun 17 lainnya masih dinyatakan hilang.

Kementerian Luar Negeri Vietnam melalui juru bicara Pham Thu Hang mengonfirmasi insiden tersebut. Pemerintah Vietnam segera mengerahkan tim penyelamat dan mendapatkan dukungan dari China, yang mengirimkan enam kapal serta satu helikopter untuk membantu pencarian. Kapal penyelamat China pertama kali mendeteksi sinyal bahaya dari kapal Vietnam itu pada Sabtu sore. Operasi pencarian melibatkan satu kapal Vietnam dan sejumlah kapal ikan di sekitar lokasi kejadian.

Lokasi tenggelamnya kapal Vietnam ini berada di dekat Fiery Cross Reef, sebuah terumbu karang yang dikendalikan oleh China namun juga diklaim oleh Vietnam dan Filipina. Laut China Selatan menjadi wilayah sengketa karena kaya akan sumber daya minyak dan gas. Vietnam, bersama negara-negara lain seperti Filipina, Malaysia, Brunei, dan Taiwan, memiliki klaim atas sebagian wilayah tersebut.

Kapal Khoi Nguyen 18 merupakan kapal kargo dengan panjang kurang dari 70 meter, terdaftar di Vietnam. Dalam insiden terpisah pada Jumat lalu, sebuah kapal nelayan Vietnam juga tenggelam di dekat Kepulauan Spratly. Saat itu, 33 nelayan berhasil diselamatkan, namun tiga orang masih hilang. Mereka ditemukan terapung tanpa jaket pelindung dan hanya berpegangan pada kontainer plastik.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan maritim di Laut China Selatan, jalur perdagangan tersibuk di dunia. Lebih dari 25 persen perdagangan global melewati perairan ini pada 2024, menurut data Center for Strategic and International Studies. Keberadaan kapal Vietnam yang tenggelam juga menyoroti risiko tinggi yang dihadapi pelayaran di kawasan yang kerap diterpa badai tropis.

Pemerintah Vietnam terus berkoordinasi dengan otoritas China untuk mempercepat pencarian korban hilang. Keluarga awak kapal menunggu kabar dengan cemas. Sementara itu, pihak Vietnam belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti tenggelamnya kapal, namun cuaca buruk diduga menjadi faktor utama.

Kecelakaan ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran di tengah ketegangan geopolitik di Laut China Selatan. Kerja sama antara Vietnam dan China dalam operasi penyelamatan menunjukkan bahwa di balik perselisihan, masih ada ruang untuk bantuan kemanusiaan. Pencarian terhadap 17 awak kapal Vietnam yang hilang masih terus dilakukan secara intensif.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *