Gempa Bumi Hari Ini di Kumamoto: 30 Tewas, Ribuan Warga Mengungsi
Suara Pecari, Tokyo – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, pada Selasa (28/7/2026) pukul 16.27 waktu setempat, telah menewaskan 30 orang dan memaksa lebih dari 10.000 warga mengungsi. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengkonfirmasi angka korban jiwa tersebut pada Kamis (30/7/2026), termasuk korban yang diduga meninggal akibat bencana. Gempa bumi hari ini menjadi pengingat akan kerentanan kawasan Cincin Api Pasifik.
Meskipun gempa utama telah berlalu, gempa susulan masih terus terjadi hingga dini hari, memicu kekhawatiran di kalangan warga dan mahasiswa asing yang tinggal di daerah terdampak.
Dampak dan Kerusakan Akibat Gempa
Pemerintah Prefektur Kumamoto melaporkan 18 korban tewas yang terkonfirmasi secara resmi, terdiri dari delapan orang di pabrik Nippon Paper Industries Co. di Yatsushiro, enam orang di pusat perbelanjaan Aeon di Kashima akibat ledakan pascagempa, serta tiga korban di Yatsushiro dan satu di kota Kosa. Dua korban tambahan dari Kota Uki belum tercatat dalam data prefektur karena perbedaan sumber informasi antara otoritas pusat dan daerah. Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menjelaskan bahwa pemerintah pusat mengandalkan data kepolisian dan pemadam kebakaran, sementara prefektur menghitung berdasarkan laporan dari pemerintah kota.
Selain korban jiwa, gempa bumi hari ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Sekitar 23.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik, dan 75.000 rumah tangga kehilangan pasokan air bersih. Kereta peluru (shinkansen) di wilayah tersebut berhenti total, memperlambat upaya evakuasi dan distribusi bantuan. Ledakan di Aeon Mall Kashima menewaskan tiga orang dan menyulitkan upaya penyelamatan.
Kondisi Mahasiswa Indonesia di Kumamoto
Sebanyak 75 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Kumamoto dilaporkan dalam kondisi sehat. Muhammad Hafiizh Imaaduddiin, Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kumamoto sekaligus mahasiswa doktoral di Kumamoto University, menyatakan bahwa para mahasiswa bergantian berjaga setiap 30 menit untuk mengantisipasi gempa susulan. Sistem penjagaan ini diterapkan agar penghuni apartemen dapat segera dievakuasi jika terjadi keadaan darurat. Gempa-gempa kecil masih terasa hingga pukul 04.30 waktu Jepang pada Kamis (30/7), menyebabkan sebagian mahasiswa mengalami pusing dan sulit tidur. Koperasi kampus mulai membuka layanan terbatas dan menyediakan pasokan makanan bagi mahasiswa yang bertahan di apartemen masing-masing.
Simbol Harapan di Tengah Bencana
Di tengah kerusakan luas, patung perunggu Monkey D. Luffy di luar kantor Prefektur Kumamoto tetap utuh. Patung yang dipasang pada 2018 sebagai bagian dari Proyek Kebangkitan One Piece Kumamoto ini menjadi simbol harapan bagi warga. Patung tersebut dibuat bekerja sama dengan komikus Eiichiro Oda untuk mendukung pemulihan kota setelah gempa besar tahun 2016 yang menewaskan 270 orang. Keutuhan patung ini memberikan sedikit penghiburan di tengah duka dan kehancuran akibat gempa bumi hari ini.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat masih terus mencari satu pekerja yang sempat hilang di pabrik kertas Nippon Paper Industries. Sementara itu, pemerintah Jepang terus mengoordinasikan bantuan dan evakuasi warga yang terdampak bencana.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










