Kapolri Kirim 247,66 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Gempa di NTT

Kapolri Kirim 247,66 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Gempa di NTT

Suara Pecari, Nusa Tenggara TimurKapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengungsian akibat gempa di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga saat ini, Polri telah mengirimkan sebanyak 247,66 ton bantuan logistik untuk membantu warga terdampak gempa di Pulau Flores, NTT.

Bantuan Logistik dan Distribusi

Bantuan logistik tersebut dikirimkan dari Markas Besar Polri dan sejumlah Polda di berbagai wilayah, kemudian didistribusikan ke lokasi pengungsian yang membutuhkan. Kapolri menegaskan bahwa distribusi bantuan akan terus dipercepat agar kebutuhan masyarakat di pengungsian dapat terpenuhi secara menyeluruh.

“Kami telah mengirimkan 247,66 ton bantuan logistik, yang diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak melalui gabungan bantuan dari Mabes Polri dan Polda-Polda. Kami akan terus mendorong distribusi hingga kebutuhan terpenuhi,” ujar Jenderal Listyo Sigit saat meninjau pengungsian di Reo, Manggarai, NTT, Selasa (18/8/2026).

Evaluasi dan Penyesuaian Kebutuhan

Polri terus melakukan evaluasi terkait kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian. Kapolri mengakui terdapat kendala dalam distribusi akibat jalur yang sulit dan barang-barang yang baru tiba. Meskipun demikian, upaya percepatan pemenuhan kebutuhan terus dilakukan agar keluhan masyarakat pengungsi dapat segera diatasi.

“Kami mohon maaf atas keterlambatan yang terjadi karena kondisi jalan dan kedatangan barang yang baru, namun kami berharap kebutuhan pengungsi dapat segera terpenuhi sesuai harapan,” tambah Kapolri.

Dukungan Personel dan Layanan Pendukung

Selain bantuan logistik, Polri juga mengerahkan 236 personel untuk membantu proses evakuasi, pelayanan kesehatan, dan trauma healing bagi warga terdampak gempa. Kehadiran personel ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan memberikan dukungan psikologis bagi para pengungsi.

Kondisi Terkini dan Dampak Gempa

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 17 Agustus 2026, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah NTT telah menewaskan sedikitnya 68 orang. Gempa susulan masih dirasakan di sejumlah daerah, khususnya di Manggarai.

Gempa ini mengakibatkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan pemukiman warga, sehingga bantuan logistik dan dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu proses pemulihan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *