KPM di Pangkalpinang Bakal Kembali Terima Banpan Periode April-Juni, Tanpa Minyak Goreng
Suara Pecari, Pangkalpinang – Pemerintah pusat kembali menyalurkan bantuan pangan (banpan) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Pangkalpinang untuk alokasi periode April hingga Juni 2026. Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida, yang menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu penugasan dan koordinasi lebih lanjut dengan Perum BULOG. “Bantuan pangan untuk periode berikutnya, yaitu tiga bulan, kami masih menunggu penugasan dan koordinasi dengan Bulog,” kata Yiyi kepada RRI, Jumat 10 Juli 2026.
Skema Bantuan: Hanya Beras, Tanpa Minyak Goreng
Yiyi menjelaskan bahwa skema bantuan pada periode ini masih sama seperti sebelumnya, yakni setiap KPM akan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram setiap bulan. Namun, perbedaan signifikan terjadi pada komoditas tambahan. Jika pada periode sebelumnya KPM juga mendapatkan minyak goreng, kali ini bantuan hanya terbatas pada beras. “Masih sama seperti sebelumnya, masing-masing penerima manfaat akan menerima 10 kilogram beras per bulan. Hanya saja, kalau sebelumnya ada tambahan minyak goreng, untuk periode ini hanya beras saja,” ujarnya.
Data Penerima Manfaat Masih Menunggu
Terkait jumlah dan daftar penerima manfaat, Yiyi mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima data resmi dari Badan Pangan Nasional maupun Perum BULOG. “Untuk penerima manfaat, kami belum menerima data, baik dari Badan Pangan Nasional maupun Bulog. Daftar penerima manfaatnya masih kami tunggu dan kami terus berkoordinasi,” ucapnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses penyaluran masih dalam tahap persiapan administratif. Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan data penerima tepat sasaran.
Pernyataan Wali Kota Pangkalpinang
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, memberikan apresiasi atas kelanjutan program bantuan pangan ini. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga. “Pemerintah berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sehari-hari,” ujar Saparudin. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar distribusi berjalan lancar dan tepat waktu.
Data dan Perbandingan Bantuan Pangan di Pangkalpinang
| Periode | Komoditas | Jumlah per KPM per Bulan | Status |
|---|---|---|---|
| Januari-Maret 2026 | Beras + Minyak Goreng | 10 kg beras + 1 liter minyak | Telah disalurkan |
| April-Juni 2026 | Beras saja | 10 kg beras | Dalam proses persiapan |
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Penghentian sementara bantuan minyak goreng tentu berdampak pada pola konsumsi rumah tangga KPM. Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harganya fluktuatif. Dengan hanya menerima beras, KPM harus mengalokasikan dana tambahan untuk membeli minyak goreng sendiri. Namun, di sisi lain, bantuan beras 10 kg per bulan diharapkan tetap mampu menopang kebutuhan karbohidrat keluarga. Pemerintah daerah diharapkan dapat memantau harga minyak goreng di pasaran dan mengantisipasi jika terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat.
Kronologi dan Proses Penyaluran
Berikut adalah kronologi persiapan penyaluran bantuan pangan periode April-Juni 2026 di Pangkalpinang:
- 10 Juli 2026: Kepala Bidang Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida, menyatakan masih menunggu penugasan dan koordinasi dengan BULOG.
- 11-17 Juli 2026: Pemerintah kota terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan BULOG untuk mendapatkan data penerima manfaat.
- 18 Juli 2026: Pengumuman resmi bahwa bantuan akan segera disalurkan, meskipun data penerima belum diterima.
- Agustus 2026 (perkiraan): Penyaluran bantuan tahap pertama untuk bulan April dijadwalkan dimulai setelah data final diterima.
Perspektif Lebih Luas: Program Bantuan Pangan Nasional
Program bantuan pangan merupakan salah satu instrumen perlindungan sosial pemerintah pusat yang ditujukan untuk keluarga miskin dan rentan. Di tengah tekanan inflasi pangan global dan domestik, program ini menjadi jaring pengaman bagi jutaan keluarga. Pangkalpinang sebagai salah satu kota penerima terus berupaya mempercepat distribusi agar tepat sasaran. Ke depan, diharapkan ada inovasi dalam skema bantuan, seperti diversifikasi komoditas atau pemberian dalam bentuk nontunai yang lebih fleksibel.
Penutup
Dengan persiapan yang masih berlangsung, masyarakat Pangkalpinang khususnya KPM diharapkan bersabar menunggu realisasi bantuan. Pemerintah kota berkomitmen untuk memastikan setiap butir beras sampai ke tangan yang membutuhkan. Di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kehadiran bantuan pangan ini menjadi oase harapan bagi ribuan keluarga. Semoga koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat penyaluran, sehingga beban masyarakat dapat segera berkurang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










