Hari Tiroid Sedunia 2026: Kenali Risiko dan Gejalanya

Hari Tiroid Sedunia 2026: Kenali Risiko dan Gejalanya

Suara Pecari | RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Tiroid Sedunia diperingati setiap 25 Mei untuk meningkatkan kesadaran mengenai penyakit tiroid. Peringatan ini juga mengajak masyarakat memahami pentingnya kesehatan kelenjar tiroid bagi tubuh. Kelenjar tiroid memiliki peran penting mengatur metabolisme, energi, hingga detak jantung manusia.

Lebih dari 100 crore penduduk dunia hidup di wilayah kekurangan yodium. Kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan fungsi tiroid pada masyarakat. Kekurangan maupun kelebihan yodium dapat memicu hipotiroidisme dan hipertiroidisme. Selain itu, autoimunitas juga menjadi penyebab umum gangguan tiroid.

Hari Tiroid Sedunia pertama kali diputuskan Federasi Tiroid Internasional pada September 2007. Peringatan tersebut mulai dirayakan secara global pada 25 Mei 2008. Tanggal 25 Mei dipilih untuk memperingati berdirinya Asosiasi Tiroid Eropa. Sejak itu, berbagai organisasi kesehatan dunia rutin menggelar kampanye kesadaran tiroid.

Beberapa penyakit tiroid yang umum terjadi antara lain hipotiroidisme, hipertiroidisme, gondok, tiroiditis Hashimoto, dan kanker tiroid. Untuk mencegah penyakit tiroid, penting untuk menjaga pola makan dengan asupan yodium cukup, menghindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, mengelola stres dan menjaga kualitas tidur, memenuhi kebutuhan vitamin D secara aman, dan rutin memeriksakan kesehatan dan fungsi tiroid.

Hari Tiroid Sedunia diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini gangguan tiroid. Penanganan cepat dinilai membantu mencegah komplikasi kesehatan lebih serius.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan