Pendampingan Anak di Ruang Digital untuk Mengenali Hoaks dan Manipulasi Konten AI
Suara Pecari | Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta guru dan orang tua untuk aktif mendampingi anak di ruang digital. Hal ini karena ancaman informasi palsu (hoaks) yang semakin massif di ruang digital. Konten berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) juga semakin sulit dikenali.
Boni juga menyoroti peran guru dalam menghadapi dinamika di era digital. Guru tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga melakukan pendampingan dan pembentukan karakter anak dalam menghadapi dinamika di era digital. Inklusifitas juga menjadi penting, yakni memastikan setiap anak memiliki kesempatan sama untuk belajar, berpartisipasi, berekspresi, dan terlindungi di ruang digital.
Dengan demikian, diharapkan dapat melahirkan budaya digital yang sehat, etis, dan bertanggung jawab untuk ruang digital yang aman dan inklusif. Karena itu, guru dan orang tua harus aktif mendampingi anak di ruang digital untuk mengenali hoaks dan manipulasi konten AI.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












