KDM Minta RS Saling Sinergi Agar Warga Jabar Tak Terkendala Layanan Kesehatan
Suara Pecari, Depok – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya sinergi antar rumah sakit di Jawa Barat agar warga tidak terkendala dalam mendapatkan layanan kesehatan. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Layanan Kesehatan yang melibatkan 65 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), rumah sakit pemerintah pusat, dan rumah sakit swasta, di Kantor Wali Kota Depok pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Memperkuat Jaringan Layanan Kesehatan Terintegrasi
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperluas jaringan kerja sama layanan kesehatan dengan tujuan memastikan warga dapat mengakses layanan medis dengan mudah, termasuk perawatan darurat di luar daerah domisili administratif mereka. Sistem terintegrasi ini menjamin bahwa kendala seperti rujukan, administrasi, pembiayaan, serta kepesertaan BPJS Kesehatan tidak menjadi hambatan dalam memperoleh pengobatan.
Rumah Sakit Mitra dalam Kerja Sama
- Rumah sakit daerah dan RSUD se-Jawa Barat
- Rumah sakit milik pemerintah pusat seperti RSPAD Gatot Soebroto, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM)
- Rumah sakit rujukan spesialis, di antaranya RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Anak dan Bunda Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, RS Mata Cicendo, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, RS Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi, RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo, dan RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu
- Rumah sakit swasta seperti Santosa Hospital Bandung Central, Santosa Hospital Bandung Kopo, dan RS Khusus Ginjal Ny. R.A. Habibie
Transformasi Pelayanan Publik Kesehatan di Jawa Barat
Dedi Mulyadi menekankan bahwa penguatan kerja sama ini merupakan bagian dari reformasi pelayanan publik di Jawa Barat. Ia ingin mengubah pola pelayanan yang selama ini bersifat reaktif menjadi lebih proaktif. Seluruh pemerintah kabupaten/kota diinstruksikan untuk membangun sistem pemantauan dini (early warning system) yang mampu mendeteksi masalah kesehatan secara cepat berdasarkan laporan masyarakat dan dinamika media sosial.
Dengan sistem deteksi cepat ini, masalah kesehatan yang dialami warga dapat segera ditangani oleh dinas kesehatan di daerah masing-masing tanpa harus menunggu laporan sampai ke tingkat gubernur. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas layanan kesehatan dan memastikan setiap warga mendapatkan penanganan tepat waktu.
Peran Negara dan Pemerintah Daerah
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya peran negara dalam memastikan perlindungan bagi seluruh rakyat, terutama saat mereka menghadapi kondisi kritis atau sakit. “Negara harus hadir ketika rakyat mengalami kesusahan. Kita tidak boleh membiarkan rakyat kita dalam keadaan susah, sedangkan kita seolah-olah tidak tahu,” ujarnya.
Kerja sama ini juga mencerminkan komitmen pemerintah provinsi untuk memperkuat sistem layanan kesehatan yang inklusif dan responsif, menghilangkan hambatan administratif dan finansial yang selama ini mengganggu akses warga terhadap layanan medis.
Manfaat bagi Warga Jawa Barat
Dengan adanya sinergi antar rumah sakit tersebut, warga Jawa Barat diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan tanpa hambatan. Sistem terintegrasi ini akan membantu mengatasi masalah akses layanan, terutama dalam kasus rujukan dan perawatan khusus yang memerlukan penanganan di rumah sakit rujukan nasional atau spesialis.
Langkah ini juga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat di seluruh wilayah Jawa Barat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










