Puan Maharani Tekankan Penguatan Infrastruktur Kesehatan di Kalimantan Tengah untuk Atasi Dampak Karhutla

Suara Pecari, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur kesehatan di Kalimantan Tengah dalam menghadapi lonjakan pasien yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Lonjakan ini terjadi akibat memburuknya kualitas udara yang menyebabkan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut.

Lonjakan Pasien Akibat Karhutla

Peningkatan jumlah pasien rumah sakit di Kalimantan Tengah mencapai tiga kali lipat, terutama di rumah sakit utama seperti RSUD dr. Doris Sylvanus di Palangka Raya yang mulai mengalami kepadatan kapasitas. Lonjakan ini terutama disebabkan oleh memburuknya kualitas udara dan polusi akibat asap karhutla, dengan kasus ISPA yang mencapai lebih dari 72.431 kasus, dimana Palangka Raya menjadi wilayah dengan kasus tertinggi.

Baca juga:

Langkah Pemerintah dan Kebutuhan Penguatan Infrastruktur

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan menyiapkan percepatan distribusi bantuan alat medis, termasuk ventilator, ke rumah sakit di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Puan Maharani mendukung langkah ini dan menekankan pentingnya penyesuaian bantuan sesuai kebutuhan setiap rumah sakit agar dapat langsung digunakan untuk pelayanan pasien.

Puan juga mendorong pembaruan data mengenai jumlah pasien, tingkat kebutuhan perawatan, keterisian tempat tidur, serta kemampuan fasilitas kesehatan menerima rujukan. Data ini diperlukan untuk menentukan rumah sakit mana yang paling membutuhkan dukungan tambahan, baik tenaga medis, sarana, maupun kapasitas perawatan.

Penguatan Pelayanan di Puskesmas dan Layanan Kesehatan Lain

Puan Maharani menegaskan pentingnya penguatan pelayanan di Puskesmas agar warga dapat diperiksa lebih awal dan mendapatkan arahan sesuai kondisi klinisnya. Selain itu, penguatan penanganan dampak asap karhutla harus tetap menjaga kelangsungan pelayanan kesehatan lain, seperti persalinan, tindakan gawat darurat, dan pengobatan rutin yang juga sangat penting bagi masyarakat.

Perhatian Terhadap Keluarga yang Terdampak

Selain penguatan fasilitas kesehatan, Puan mengingatkan agar pemerintah juga memperhatikan kondisi keluarga yang menghadapi kesulitan akibat peningkatan kebutuhan perawatan dan menurunnya penghasilan akibat keterbatasan aktivitas selama masa karhutla. Pendekatan holistik ini penting untuk memastikan dukungan yang efektif bagi masyarakat terdampak.

Baca juga:

Kesimpulan

Situasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah telah menimbulkan krisis kesehatan yang signifikan. Penguatan infrastruktur kesehatan menjadi langkah krusial untuk menangani lonjakan pasien dan memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal. Dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap fasilitas kesehatan serta perhatian terhadap masyarakat terdampak menjadi kunci dalam mengatasi dampak karhutla secara efektif.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *