Dua Kandidat Berebut Kursi Ketua REI Banten
Suara Pecari, Serang – Dua kandidat, Chin Finddy Wong dan Boy, bersaing untuk memimpin Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Banten periode 2027-2029 dalam Musyawarah Daerah (Musda) IX yang berlangsung di Hotel Aston Serang pada 26 Oktober 2026. Selain pemilihan ketua baru, forum ini juga membahas berbagai tantangan dalam industri perumahan di Banten.
Persaingan Memperebutkan Kursi Ketua REI Banten
Dua figur yang mencalonkan diri adalah Chin Finddy Wong, yang saat ini menjabat sebagai sekretaris DPD REI Banten, dan Boy, Ketua Komisariat DPD REI Tangerang. Pemilihan ini menjadi momen penting bagi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan dalam menghadapi berbagai dinamika bisnis properti yang semakin kompleks.
Tantangan Industri Perumahan di Banten
Ketua DPD REI Banten periode 2023-2026, Roni H Adali, menyampaikan harapannya agar pemimpin baru memiliki integritas, pengalaman, dan kemampuan mengayomi anggota organisasi. Ia menekankan perlunya pemimpin yang mampu menjalankan amanah dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang sedang dihadapi para pengembang.
Salah satu isu utama adalah hambatan dalam penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Roni menilai bahwa pengembang tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga seperti BP Tapera. Koordinasi yang kuat antar pemangku kepentingan dianggap penting untuk mencapai target penyediaan rumah hingga akhir tahun.
Selain itu, kebijakan perlindungan lahan sawah dan ketahanan pangan turut menjadi kendala bagi beberapa proyek perumahan. Banyak pengembang mengalami kesulitan melanjutkan proyek karena persoalan lahan, sementara regulasi perbankan yang semakin ketat dan kondisi ekonomi nasional menambah tekanan pada sektor properti. Roni berharap pemerintah pusat dapat mengevaluasi masalah ini agar industri properti bisa kembali berkembang.
Peran Pemerintah dan Pengembang
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa pengembang adalah mitra strategis pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar pengembang tetap mematuhi aturan tata ruang, melindungi lahan pertanian, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan permukiman.
Andra mengingatkan bahwa pembangunan hunian harus direncanakan dengan matang agar tidak menyebabkan alih fungsi lahan pertanian secara berlebihan dan tidak menimbulkan masalah fasilitas umum serta infrastruktur. Ia menegaskan bahwa penyediaan rumah bagi MBR harus sesuai dengan regulasi yang berlaku dan pengembang yang bertanggung jawab akan membantu menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.
Optimisme dan Harapan untuk Kepemimpinan Baru
Musda IX REI Banten bukan hanya menjadi ajang pemilihan ketua, tetapi juga forum penting untuk menyatukan visi dalam mengatasi hambatan yang melanda industri properti di wilayah Banten. Dengan dukungan berbagai pihak dan pemimpin yang kompeten, diharapkan penyediaan perumahan, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Dalam waktu yang terbatas hingga akhir tahun, kolaborasi antar pengembang, pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga terkait menjadi kunci utama untuk mencapai target pembangunan perumahan yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










