Hampir 40 Persen Penyandang Disabilitas di AS Kini Bekerja
Suara Pecari – Tingkat penyerapan tenaga kerja bagi penyandang disabilitas di Amerika Serikat (AS) mencapai hampir 40 persen pada Oktober 2026, menandai posisi yang mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah. Data ini menunjukkan bahwa hampir empat dari sepuluh warga usia produktif dengan disabilitas tercatat bekerja, dengan rasio pekerjaan terhadap populasi sebesar 39,9 persen.
Data dan Tren Penyerapan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas
Laporan National Trends in Disability Employment (nTIDE) Jobs Report yang dirilis oleh Kessler Foundation bersama Institute on Disability dari University of New Hampshire menjadi sumber data utama. Laporan ini secara rutin memantau dinamika pasar kerja dan tingkat partisipasi angkatan kerja baik bagi warga dengan disabilitas maupun tanpa disabilitas.
Berdasarkan analisis terhadap data Biro Statistik Tenaga Kerja AS, rasio pekerjaan terhadap populasi penyandang disabilitas usia 16-64 tahun sedikit menurun dari 40,3 persen pada September 2026 menjadi 39,9 persen pada Oktober 2026, atau menurun sekitar 0,4 poin persentase. Sebaliknya, rasio pekerjaan terhadap populasi warga tanpa disabilitas pada rentang usia yang sama mengalami kenaikan tipis dari 75,0 persen menjadi 75,3 persen.
Konteks Pasar Kerja dan Faktor Pendukung
Periode Oktober 2026 juga ditandai dengan penambahan 165.000 lapangan kerja baru di AS dan penurunan tingkat pengangguran nasional menjadi 4,1 persen. Direktur Center for Employment and Disability Research Kessler Foundation, John ONeill, menyatakan bahwa daya serap pasar kerja bagi penyandang disabilitas tetap solid dan mendekati rekor tertinggi.
Menurut ONeill, stabilnya porsi ketenagakerjaan penyandang disabilitas didorong oleh meningkatnya kebutuhan untuk menopang ekonomi keluarga di tengah tekanan inflasi. Hal ini menjadi sangat penting mengingat tingginya rasio kemiskinan di rumah tangga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas.
Partisipasi Angkatan Kerja Penyandang Disabilitas
Tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas mengalami sedikit penurunan dari 43,8 persen pada September 2026 menjadi 43,3 persen pada Oktober 2026. Sementara itu, partisipasi angkatan kerja bagi warga non-disabilitas meningkat dari 78,1 persen menjadi 78,3 persen pada periode yang sama.
Analisis dan Dampak
Profesor Ekonomi sekaligus Direktur UNH Institute on Disability, Andrew Houtenville, menekankan bahwa pertumbuhan angka tenaga kerja penyandang disabilitas dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Hal ini mengindikasikan adanya perbaikan akses dan kesempatan kerja bagi kelompok tersebut.
Kondisi pasar kerja yang lebih inklusif terhadap penyandang disabilitas di AS ini menjadi langkah penting dalam mendorong kesejahteraan sosial dan mengurangi kemiskinan di kalangan penyandang disabilitas. Selain itu, pencapaian ini juga menunjukkan bahwa kebijakan dan program inklusi kerja yang dijalankan semakin efektif.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










