Nostalgia Slank di Banyuwangi, dari Lagu Kirim Aku Bunga hingga Durian Merah

Bimbim dan Ivanka saat konferensi pers menjelang konser Slank dalam rangkaian Heyslank Tour 10 Kota di Banyuwangi. (Sumber foto: dok suarapecari.com)

BANYUWANGI. Banyuwangi bukan sekadar kota persinggahan bagi Slank. Kota di ujung timur Pulau Jawa ini menyimpan kenangan tersendiri bagi perjalanan panjang grup musik legendaris tersebut. Bahkan, salah satu karya terbaik mereka, Kirim Aku Bunga, memiliki cerita yang berkaitan dengan masa kunjungan Slank ke Banyuwangi.

Kenangan itu kembali diceritakan pentolan Slank, Bimbim, dalam konferensi pers menjelang konser Heyslank Tour 10 Kota di Hotel Aston Banyuwangi, Selasa (10/11/2026).

Baca juga:

Banyuwangi menjadi kota ke-10 sekaligus penutup rangkaian tur tersebut. Untuk penampilan kali ini, Slank telah menyiapkan 18 lagu yang akan dibawakan di hadapan para penggemarnya.

Bimbim pun mengingatkan penonton agar mempersiapkan diri sebelum konser dimulai, termasuk menyempatkan makan terlebih dahulu.

“Nanti makan dulu, ya. Karena Slank akan membawakan 18 lagu,” ujar Bimbim.

Di balik agenda konser, Bimbim mengaku memiliki banyak kenangan dengan Banyuwangi. Ia mengingat kembali kunjungan Slank pada 1992, ketika beberapa kali menginap di Hotel Ikhtiar Surya.

“Banyuwangi ini kota yang cukup berkesan buat kami. Tahun 1992, kami pernah menginap dua malam di Hotel Ikhtiar Surya. Dari masa itu ada kenangan yang berkaitan dengan salah satu karya terbaik kami, Kirim Aku Bunga,” kenangnya.

Tak hanya itu, Bimbim juga mengenang pengalaman tampil bersama grup musik Andromeda di Banyuwangi. Salah satu momen yang masih membekas adalah ketika mereka manggung di tengah guyuran hujan.

“Yang masih saya ingat, dulu pernah hujan-hujanan saat manggung bareng Andromeda. Itu menjadi salah satu kenangan yang tidak terlupakan,” tuturnya.

Nostalgia Bimbim dengan Banyuwangi tidak berhenti pada cerita musik. Di sela kunjungannya, ia juga menyempatkan diri mendatangi sumur bersejarah di Banyuwangi. Di lokasi tersebut, Bimbim terlihat mencuci muka menggunakan air sumur.

Baca juga:

Sementara itu, bassist Slank, Ivanka, justru memiliki rasa penasaran terhadap kekayaan kuliner khas Banyuwangi, khususnya durian merah.

Ia mengaku belum berkesempatan mencicipi buah yang menjadi salah satu identitas kuliner daerah tersebut.

“Saya masih penasaran dengan durian merah Banyuwangi. Belum sempat mencicipinya. Mudah-mudahan kali ini bisa menikmati langsung,” ungkap Ivanka.

Bagi Slank, penampilan di Banyuwangi bukan hanya menjadi penutup perjalanan Heyslank Tour 10 Kota. Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali menyapa penggemar sekaligus membuka lembaran kenangan lama yang pernah terukir di Banyuwangi.

Dengan 18 lagu yang disiapkan, konser tersebut diharapkan menjadi pertemuan penuh nostalgia antara Slank dan para penggemarnya di Banyuwangi.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *