Misteri Perampokan Sadis Tewaskan Bocah Bilqis di Sragen, Polisi Periksa Tiga Saksi dan Sebut Kemungkinan Bertambah

Misteri Perampokan Sadis Tewaskan Bocah Bilqis di Sragen, Polisi Periksa Tiga Saksi dan Sebut Kemungkinan Bertambah

Suara Pecari | Perampokan tewaskan bocah di Sragen, polisi periksa tiga saksi, sebut kemungkinan bertambah. Peristiwa tragis ini menggemparkan warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, setelah seorang bocah perempuan bernama Bilqis Rajiansyah Lestari (11) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pada Jumat (5/6/2026). Korban yang masih duduk di bangku kelas 5 SD ini diduga menjadi korban perampokan sadis yang juga mengakibatkan hilangnya sepeda motor dan handphone miliknya.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indiyasari, mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus mendalami kasus ini. “Untuk pelaku belum dapat kami ungkap, namun kami masih terus mendalami petunjuk-petunjuk yang ada di TKP. Tim kami masih terus bergerak di lapangan,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (7/6/2026). Hingga saat ini, polisi telah memeriksa tiga orang saksi dan menyebut kemungkinan jumlah saksi akan bertambah seiring dengan perkembangan penyelidikan.

Perampokan tewaskan bocah di Sragen, polisi periksa tiga saksi, sebut kemungkinan bertambah. Kasus ini terungkap saat ibu korban, Dewi Sri Lestari (34), pulang dari bekerja dan menemukan pintu rumah dalam keadaan tertutup rapat namun tidak terkunci. Setelah masuk, ia melihat kunci gembok tergeletak di atas meja. Ia kemudian mencari putrinya dan menemukan Bilqis sudah terbujur kaku di atas kasur dengan luka sayatan benda tajam di tubuhnya. Dewi langsung berteriak histeris meminta tolong.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan pada Sabtu (6/6), polisi menemukan sejumlah jejak kaki di lantai keramik serta barang bukti yang belum diungkap secara detail. Selain itu, diketahui bahwa motor Honda Vario dan satu unit handphone milik korban raib. Hal ini memperkuat dugaan bahwa motif perampokan melatarbelakangi aksi brutal tersebut.

Perampokan tewaskan bocah di Sragen, polisi periksa tiga saksi, sebut kemungkinan bertambah. Masyarakat setempat sangat terkejut dengan kejadian ini, mengingat korban dikenal sebagai anak yang pendiam dan tidak pernah bermusuhan dengan siapa pun. Kapolres Sragen menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk mengungkap pelaku dan meminta dukungan masyarakat agar kasus ini segera terungkap.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus melakukan penyelidikan intensif. Tim Satreskrim Polres Sragen terus menyisir TKP dan memeriksa saksi-saksi. Kapolres juga belum dapat memastikan apakah pelaku lebih dari satu orang, namun ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan informasi apa pun yang dapat membantu pengungkapan kasus ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keamanan lingkungan, terutama bagi anak-anak yang sering ditinggal sendirian di rumah. Pihak kepolisian berjanji akan mengungkap tuntas kasus perampokan yang merenggut nyawa bocah malang ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan