Awkarin Absen Panggilan Polda Metro soal Endorse Umrah Hanania: Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan
Suara Pecari | Kasus dugaan penipuan travel umrah Hanania Group yang merugikan ratusan jemaah terus bergulir. Publik kembali dihebohkan dengan kabar bahwa selebgram papan atas, Karin Novilda alias Awkarin, tidak memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya pada Senin, 8 Juni 2026. Awkarin absen panggilan Polda Metro soal endorse umrah Hanania menjadi sorotan setelah sebelumnya sejumlah influencer lain turut diperiksa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan bahwa Awkarin mangkir tanpa memberikan keterangan. “Sementara itu, Karin Novilda (KN) tidak hadir tanpa keterangan,” ujarnya kepada awak media, Selasa (9/6/2026). Selain Awkarin, tiga influencer lain—Sara Gibson, Audrey Jesselyn, dan Dara Arafah—juga belum hadir. Penyidik pun menjadwalkan ulang pemeriksaan pada 12 Juni mendatang. Awkarin absen panggilan Polda Metro soal endorse umrah Hanania ini menimbulkan pertanyaan di kalangan publik mengenai komitmen para selebgram dalam membantu proses hukum.
Sementara itu, Keanu AGL telah menjalani pemeriksaan selama sekitar empat jam pada hari yang sama. Ia didampingi kuasa hukumnya dan mengaku kooperatif. “Penyidik mengajukan 28 pertanyaan yang mendalami kerja sama endorse, kontrak, fasilitas, pembayaran, serta legalitas travel tersebut,” jelas Budi. Keanu juga menyatakan keprihatinannya terhadap para korban dan mendukung pengusutan tuntas kasus ini.
Kasus ini bermula dari laporan ratusan jemaah yang gagal berangkat umrah setelah menyetorkan dana ke PT Khazanah Tamma International/Hanania Group. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah 687 korban melapor. “Kami membuka posko pelayanan pengaduan bagi korban. Sudah ada 687 orang yang menyampaikan pengaduannya,” katanya dalam konferensi pers, Selasa (9/6/2026). Polisi telah memeriksa 70 saksi, termasuk korban dan pihak terkait operasional travel.
Polisi juga tengah menelusuri aset-aset milik Hanania Group dan pemiliknya, Ahmad Syah Farhan (ASFR), yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan kerugian korban. Sementara itu, Awkarin absen panggilan Polda Metro soal endorse umrah Hanania menjadi salah satu fokus penyidikan. Pasalnya, ia diduga turut mempromosikan layanan umrah tersebut kepada para pengikutnya.
Dalam pemeriksaan Keanu, ia mengaku tidak menerima uang endorse secara tunai, melainkan berupa fasilitas perjalanan umrah untuk dirinya dan keluarganya. Hal ini berbeda dengan dugaan sementara yang beredar. Namun, penyidik tetap mendalami aliran dana dari Hanania Group ke para influencer. Awkarin absen panggilan Polda Metro soal endorse umrah Hanania membuat proses pemeriksaan terhadapnya tertunda. Publik pun menanti kehadirannya pada jadwal baru 12 Juni mendatang.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah, terutama yang menggunakan influencer sebagai alat promosi. Polisi mengimbau korban yang belum melapor untuk segera menghubungi posko pengaduan. Dengan semakin banyaknya saksi yang diperiksa, diharapkan kasus ini dapat segera terungkap dan para korban mendapatkan keadilan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












