Drama OTT KPK: Bupati Muara Enim Edison Diciduk, Uang Ratusan Juta Diamankan dalam Kasus Proyek Pengadaan

Drama OTT KPK: Bupati Muara Enim Edison Diciduk, Uang Ratusan Juta Diamankan dalam Kasus Proyek Pengadaan

Suara Pecari | Drama OTT KPK, Bupati Muara Enim Edison diciduk, uang ratusan juta diamankan: kasus proyek pengadaan [titlebase] menjadi sorotan nasional setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Edison sebagai tersangka dalam dugaan suap dan gratifikasi. Operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Senin (8/6/2026) berhasil mengamankan 10 orang, termasuk Edison, dan menyita uang tunai ratusan juta rupiah serta rekening yang diduga menampung hingga Rp 2 miliar.

KPK mengungkap bahwa kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait praktik setoran proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, khususnya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Dalam OTT tersebut, tim penyidik menyita uang tunai sebesar Rp 500 juta yang diduga diberikan oleh marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi, kepada Sekretaris Disdikbud Abi Nurwardani di sebuah hotel di Jakarta pada Sabtu (6/6/2026). Uang tersebut diduga bagian dari komitmen fee 5 persen dari nilai proyek pengadaan smart board yang dikerjakan oleh PT My Icon Technology (MIT) selaku subkontraktor PT MSA.

Drama OTT KPK, Bupati Muara Enim Edison diciduk, uang ratusan juta diamankan: kasus proyek pengadaan [titlebase] semakin terang setelah KPK menetapkan empat tersangka: Edison, Abi Nurwardani, keponakan Edison Adi Triadi, dan Cory Erin Hardi. Plt Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa uang suap dialirkan melalui rekening nominee atas nama pegawai level bawah di Pemkab Muara Enim, yang kemudian ditarik tunai oleh orang kepercayaan Edison, Radiansa dan Adi Triyadi. Uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi Edison.

Selain uang tunai, KPK juga menyita rekening penampung dana yang berisi total Rp 1,9 miliar. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan bahwa OTT dilakukan di Sumatera Selatan dan Jakarta. Dari 10 orang yang diamankan, lima berasal dari unsur Pemkab (termasuk Bupati) dan lima dari pihak swasta. KPK juga menemukan bukti bahwa praktik suap ini sudah berlangsung sejak tahun anggaran 2025, dengan tujuan menjaga hubungan bisnis agar perusahaan swasta terus memenangkan proyek-proyek daerah.

Drama OTT KPK, Bupati Muara Enim Edison diciduk, uang ratusan juta diamankan: kasus proyek pengadaan [titlebase] berlanjut dengan penahanan Edison selama 20 hari di Rutan KPK, terhitung sejak 9 Juni hingga 28 Juni 2026. Ia ditahan bersama Adi Triadi. Penahanan dilakukan untuk memperlancar proses penyidikan. Gubernur Sumatera Selatan pun telah mengusulkan penonaktifan Edison dan menunjuk Wakil Bupati sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat dalam pengadaan barang dan jasa di daerah. KPK terus mendalami peran para tersangka dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Masyarakat pun berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan efek jera bagi pelaku korupsi di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan