NTT Sambut Program Antikorupsi KPK: Masyarakat Diajak Kenal Sisi Edukasi Lembaga
Suara Pecari | Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kehadiran program tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal peran KPK lebih dekat, tidak hanya dari sisi penindakan tetapi juga edukasi dan pencegahan korupsi. Inisiatif ini disambut hangat oleh pemerintah daerah dan masyarakat NTT, yang selama ini menganggap KPK sebagai lembaga yang menakutkan. Melalui program JNBA, masyarakat diajak berinteraksi langsung dengan para pegiat antikorupsi dan memahami nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Badan Penghubung NTT, Florida Taty Satyawati, mengungkapkan bahwa persepsi masyarakat terhadap KPK selama ini cenderung negatif, terutama karena fokus pemberitaan yang lebih banyak pada operasi tangkap tangan dan penindakan. “Selama ini bayangan kita tentang KPK itu seperti momok. Ternyata ketika berinteraksi langsung, banyak hal yang bisa dipelajari terkait edukasi dan pencegahan korupsi,” kata Taty dalam dialog bersama RRI Pro 3 di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. Ia menambahkan, program JNBA menjadi momentum penting untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai antikorupsi.
Kepala Satuan Tugas Kampanye Antikorupsi KPK RI, Medio Venda, menjelaskan bahwa JNBA merupakan bagian dari strategi pendidikan yang dijalankan KPK. Menurutnya, pendekatan edukasi diperlukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya korupsi dan pentingnya integritas. “Melalui program JNBA, kami menginsersi nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat. Agar masyarakat berani menolak segala bentuk perilaku koruptif,” ujar Medio. Ia menambahkan, JNBA telah memasuki tahun ketujuh pelaksanaan sejak pertama kali digelar pada 2018. Tahun ini, program tersebut untuk pertama kalinya diperluas ke kawasan Indonesia Timur dengan menyasar pelajar, mahasiswa, ASN, hingga komunitas masyarakat.
Program JNBA di NTT diharapkan dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk generasi muda yang akan menjadi penerus pembangunan daerah. Melalui berbagai kegiatan seperti seminar, lokakarya, dan diskusi interaktif, masyarakat diajak untuk lebih memahami peran KPK dalam pencegahan korupsi. Selain itu, program ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait praktik korupsi di lingkungan mereka.
Dengan adanya program JNBA, diharapkan masyarakat NTT dapat lebih proaktif dalam memberantas korupsi. Edukasi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis, seperti cara melaporkan dugaan korupsi dan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan publik. KPK juga memberikan pemahaman tentang dampak korupsi terhadap pembangunan daerah, sehingga masyarakat dapat lebih waspada dan berani menolak praktik korupsi.
Secara keseluruhan, program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di NTT menjadi langkah maju dalam memperkuat budaya antikorupsi di Indonesia Timur. Melalui pendekatan edukatif, KPK berharap dapat mengubah paradigma masyarakat tentang lembaga antirasuah, tidak lagi sebagai “momok” tetapi sebagai mitra dalam membangun integritas. Dukungan penuh dari pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat menjadi modal berharga untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










