Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas RI, Langkah Strategis Cetak Pemimpin Masa Depan
Presiden Prabowo Subianto Resmi Melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia
Suara Pecari, Jakarta, 24 Juli 2026 – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur dan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) dalam sebuah upacara yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7). Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah memperkuat kelembagaan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan kader-kader pemimpin bangsa yang kompeten dan berintegritas.
Prosesi Pelantikan dan Sumpah Jabatan
Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia. Dalam prosesi yang khidmat, Donny dan Yos mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. “Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Donny dan Yos bergantian.
Usai pengucapan sumpah, Donny dan Yos bersama Presiden Prabowo menandatangani berita acara pelantikan sebagai tanda resmi dimulainya masa jabatan mereka. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Latar Belakang Pembentukan Universitas Republik Indonesia
Universitas Republik Indonesia (URI) dibentuk sebagai bagian dari visi besar pemerintah untuk memperkuat kelembagaan pendidikan yang mampu mencetak calon-calon pemimpin bangsa. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, “Ini adalah bagian dari yang selama ini di dalam berbagai kesempatan sudah disampaikan oleh Bapak Presiden, kita ingin memperkuat kelembagaan, terutama kelembagaan pendidikan kita, untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin bangsa yang akan mewarnai pemerintahan, baik yang di ASN, pegawai negeri, maupun di BUMN-BUMN kita.”
URI dirancang sebagai institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, dan manajemen sektor publik. Kurikulumnya akan mengintegrasikan teori dengan praktik lapangan, serta melibatkan para praktisi dan akademisi terkemuka dari dalam dan luar negeri. Dengan demikian, lulusan URI diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan akademis yang mumpuni, tetapi juga karakter kepemimpinan yang kuat dan etos kerja yang tinggi.
Profil Donny Ermawan Taufanto dan Yos Sunitiyoso
Donny Ermawan Taufanto bukanlah nama baru di dunia pendidikan dan pemerintahan. Sebelum menjabat sebagai Gubernur URI, ia dikenal sebagai seorang akademisi dan birokrat yang berpengalaman. Ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Pertahanan serta memiliki pengalaman di berbagai lembaga strategis. Sementara itu, Yos Sunitiyoso adalah seorang pakar di bidang kebijakan publik dan telah banyak berkontribusi dalam perumusan kebijakan pendidikan di Indonesia. Kombinasi keduanya diharapkan mampu membawa URI menjadi institusi yang unggul dan berdaya saing global.
Daftar Pejabat yang Hadir dalam Pelantikan
| No | Nama | Jabatan |
|---|---|---|
| 1 | Gibran Rakabuming Raka | Wakil Presiden |
| 2 | Jenderal Agus Subiyanto | Panglima TNI |
| 3 | Jenderal Listyo Sigit | Kapolri |
| 4 | ST Burhanuddin | Jaksa Agung |
| 5 | Prasetyo Hadi | Mensesneg |
| 6 | Teddy Indra Wijaya | Seskab |
| 7 | Yusril Ihza Mahendra | Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan |
| 8 | Sjafrie Sjamsoeddin | Menhan |
Dampak dan Implikasi Pelantikan
Pelantikan Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso sebagai pimpinan URI memiliki dampak strategis yang luas, terutama dalam konteks pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Beberapa implikasi penting antara lain:
- Penguatan Kaderisasi Pemimpin: URI diharapkan menjadi inkubator bagi calon-calon pemimpin di sektor pemerintahan dan BUMN, sehingga kualitas birokrasi dan tata kelola perusahaan negara dapat meningkat.
- Peningkatan Daya Saing Global: Dengan kurikulum yang berorientasi pada kepemimpinan dan manajemen modern, lulusan URI diharapkan mampu bersaing di kancah internasional.
- Sinergi dengan Lembaga Negara: Kehadiran URI akan memperkuat kerja sama antara dunia pendidikan dengan lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta sektor swasta.
- Efek Berganda pada Sektor Pendidikan: URI dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam mengembangkan program studi yang relevan dengan kebutuhan bangsa.
Kronologi Peristiwa
Berikut adalah kronologi singkat terkait pembentukan URI hingga pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur:
- Awal 2025: Pemerintah mengumumkan rencana pendirian Universitas Republik Indonesia sebagai bagian dari program prioritas nasional di bidang pendidikan.
- Oktober 2025: DPR mengesahkan Undang-Undang tentang Universitas Republik Indonesia, memberikan landasan hukum bagi pendirian institusi tersebut.
- Januari 2026: Presiden Prabowo menunjuk tim transisi untuk mempersiapkan struktur organisasi dan kurikulum URI.
- Juni 2026: Nama Donny Ermawan Taufanto dan Yos Sunitiyoso diajukan sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur URI.
- 22 Juli 2026: Pelantikan resmi Donny dan Yos oleh Presiden Prabowo di Istana Negara.
Penutup
Pelantikan Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur menandai babak baru dalam upaya pemerintah menyiapkan kader pemimpin masa depan. Dengan dukungan penuh dari seluruh elemen bangsa, URI diharapkan mampu menjadi mercusuar pendidikan kepemimpinan yang tidak hanya melahirkan pemimpin yang cakap, tetapi juga berintegritas dan berdedikasi tinggi. Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk membangun Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat melalui investasi pada sumber daya manusia yang unggul.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










