AHY Tegaskan Kekuasaan Bukan Milik Seseorang untuk Selamanya
Suara Pecari – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa kekuasaan bukanlah milik seseorang untuk selamanya. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato politik memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat yang digelar di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Sabtu (6 September 2026).
Kekuasaan sebagai Amanah Rakyat
AHY menekankan bahwa kekuasaan merupakan amanah dari rakyat dengan batas waktu tertentu. Ia mengingatkan bahwa setiap pemegang kekuasaan harus menyadari bahwa posisi tersebut bukan hak milik pribadi, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan kesadaran akan batas waktunya.
Pelajaran dari Pemerintahan SBY
Dalam pidatonya, AHY mengambil contoh masa pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang berlangsung selama sepuluh tahun atau dua periode. Ia menilai masa tersebut menjadi pelajaran penting dalam menjaga kelangsungan demokrasi di Indonesia.
AHY menyebutkan bagaimana pergantian kekuasaan setelah dua periode pemerintahan SBY berlangsung secara damai dan demokratis. Hal ini menjadi contoh bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemimpin politik dalam menghormati proses demokrasi.
Menjaga Demokrasi melalui Penghormatan terhadap Kehendak Rakyat
AHY menggarisbawahi pentingnya menghormati hasil pemilihan umum sebagai wujud penghormatan terhadap kehendak rakyat. Menurutnya, siapapun yang terpilih sebagai pemimpin harus mendapatkan kepercayaan dari rakyat secara sah, dan yang kalah harus menerima hasil tersebut dengan lapang dada demi kelangsungan demokrasi yang sehat.
- Kekuasaan adalah amanah yang bersifat sementara.
- Pelajaran penting dari masa pemerintahan SBY selama dua periode.
- Pergantian kekuasaan harus berlangsung damai dan demokratis.
- Penghormatan terhadap kehendak rakyat adalah kunci menjaga demokrasi.
Signifikansi Pernyataan AHY
Pernyataan AHY ini menjadi pengingat bagi para pemimpin dan seluruh elemen masyarakat bahwa kekuasaan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Selain itu, penegasan tersebut menegaskan komitmen Partai Demokrat dalam menjaga prinsip-prinsip demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Dengan mencontohkan pengalaman pemerintahan SBY, AHY mengajak untuk terus memelihara budaya politik yang menghormati aturan dan proses demokrasi, demi keberlangsungan pembangunan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









