KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi, Dalami Perannya dalam Kasus Suap Audit Muara Enim

KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi, Dalami Perannya dalam Kasus Suap Audit Muara Enim

Suara Pecari, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap pengondisian hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Setelah menetapkan lima tersangka, kini peran anggota V BPK RI, bobby adhityo rizaldi, menjadi sorotan. Rumah bobby adhityo rizaldi di Jakarta Selatan digeledah penyidik pada Selasa (14/7/2026) dan sejumlah barang bukti elektronik disita.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi penggeledahan tersebut. “Dalam penggeledahan ini, penyidik mengamankan beberapa barang bukti elektronik (BBE),” ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/7/2026). Barang bukti itu akan diekstrak untuk mendalami informasi yang dibutuhkan. “Pada prinsipnya, kegiatan penggeledahan tersebut adalah untuk melengkapi bukti-bukti tambahan yang dibutuhkan dalam proses penyidikan perkara terkait dugaan suap dalam audit BPK di Pemkab Muara Enim,” jelas Budi.

Langkah KPK ini merupakan buntut dari operasi tangkap tangan (OTT) pada 7-8 Juni 2026 yang menangkap Bupati Muara Enim nonaktif Edison bersama tiga orang lainnya. Dalam OTT tersebut, KPK menyita uang sekitar Rp 1,9 miliar. Edison diduga menerima suap Rp 500 juta dari Cory Erin Hardi, marketing PT Millenium Solusi Abadi, melalui Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abi Nurwardani. Suap itu diduga sebagai imbalan karena PT MSA telah memenangkan proyek pengadaan smart board di Pemkab Muara Enim tahun 2025.

Selain Edison, KPK juga menetapkan Abi Nurwardani, Adi Triyadi (keponakan bupati), dan Cory Erin Hardi sebagai tersangka. Belakangan, KPK menambah satu tersangka lagi, yaitu Augusz Dewanggara (swasta) dan Titin Rita Lestari (ASN), sehingga total menjadi lima tersangka. Mereka dijerat dengan pasal suap dan gratifikasi.

Setelah penggeledahan rumah bobby adhityo rizaldi, KPK memeriksa lima aparatur sipil negara (ASN) BPK RI sebagai saksi pada Rabu (15/7/2026). Kelima saksi tersebut adalah AYB, RN, GNW, FLR, dan ARG, yang merupakan anggota Tim Review Pusat Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Muara Enim Tahun 2025. Budi Prasetyo mengatakan, “Kelima saksi diperiksa dalam kapasitas sebagai anggota Tim Review Pusat Pemeriksaan LKPD Kabupaten Muara Enim Tahun 2025.” Pemeriksaan ini untuk mendalami apakah ada pihak lain yang terlibat, termasuk bobby adhityo rizaldi.

Budi menegaskan, penyidik terus menelusuri dugaan keterlibatan anggota V BPK tersebut. “Ini yang kemudian masih ditelusuri dan didalami oleh penyidik, apakah selain pihak-pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ada peran dari pihak-pihak lain yang memang signifikan dalam konstruksi perkara terkait dugaan pengondisian temuan audit BPK tersebut,” katanya. Namun, ia belum bersedia mengungkap petunjuk yang mengarah pada bobby adhityo rizaldi. “Soal petunjuknya apa, dari pihak siapa, tentu ini masih menjadi materi penyidikan yang belum bisa kami sampaikan. Namun beberapa keterangan dari saksi maupun tersangka menjadi petunjuk bagi penyidik untuk menelusuri lebih lanjut pihak-pihak lain,” ujarnya.

Kasus ini bermula dari OTT yang dilakukan KPK pada awal Juni 2026. Dalam OTT tersebut, KPK menangkap 10 orang, lima di Jakarta dan lima di Sumatera Selatan. Bupati Muara Enim Edison menjadi salah satu yang diamankan. KPK menduga Edison menerima suap dari Cory Erin Hardi melalui Abi Nurwardani. Suap tersebut diduga sebagai fee atas proyek pengadaan smart board yang dikerjakan PT MSA. Selain itu, Abi juga diduga menerima setoran dari rekanan dinas lainnya.

Penggeledahan rumah bobby adhityo rizaldi dan pemeriksaan terhadap lima ASN BPK menunjukkan bahwa KPK serius membongkar dugaan praktik suap yang melibatkan oknum di BPK. Publik menunggu perkembangan selanjutnya, apakah bobby adhityo rizaldi akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak. KPK berjanji akan terus mengungkap fakta-fakta baru dalam kasus ini.

Kesimpulannya, kasus dugaan suap dalam audit BPK di Muara Enim terus berkembang. KPK tidak hanya menangani para tersangka dari pihak eksekutif dan swasta, tetapi juga mendalami kemungkinan keterlibatan oknum di BPK, termasuk anggota V Bobby Adhityo Rizaldi. Penggeledahan rumah dan pemeriksaan saksi menjadi langkah penting untuk mengungkap seluruh jaringan korupsi yang merugikan keuangan negara.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *