Berbekal Ilmu dari Pesantren, Rahman Rintis Nusavita: Minuman Herbal untuk Gaya Hidup Sehat

Berbekal Ilmu dari Pesantren, Rahman Rintis Nusavita: Minuman Herbal untuk Gaya Hidup Sehat

Suara Pecari, Palembang – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang minuman herbal terus bermunculan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. Salah satu yang menarik perhatian adalah Nusavita, produk minuman herbal yang digagas oleh Abdurrahman Ariq Aqil, atau akrab disapa Rahman. Berbekal pengalaman selama mondok di pondok pesantren, Rahman berhasil menciptakan minuman sehat yang kini mulai dilirik berbagai kalangan di Kota Palembang.

Dari Tradisi Pesantren ke Peluang Usaha

Ide awal Nusavita lahir dari kebiasaan Rahman saat masih menjadi santri. Ia kerap diminta membuatkan minuman sehat untuk para kiai sepuh di pesantren. “Kita biasanya memberikan minuman sehat untuk yang berstatus sepuh seperti kiai,” ujar Rahman dalam program Teras UMKM Pro 4 RRI Palembang pada Selasa, 30 Juni 2026. Kebiasaan itu kemudian menjadi inspirasi ketika ia kembali ke Palembang dan memutuskan untuk merintis usaha sendiri.

Rahman tidak serta-merta menjual produk begitu saja. Ia melakukan riset sederhana dengan mengingat kembali resep-resep tradisional yang ia pelajari di pesantren, lalu mengembangkannya menjadi produk yang lebih modern dan sesuai dengan selera pasar. Hasilnya, Nusavita hadir dengan dua varian utama: Wedang Jancruk dan Sari Rosella. Kedua varian ini dipilih karena bahan-bahannya mudah didapat di daerah Sumatera Selatan dan memiliki khasiat yang sudah dikenal luas.

Pilihan Pemanis Alami untuk Menekan Risiko Diabetes

Salah satu keunggulan Nusavita adalah tidak menggunakan pemanis buatan. Rahman sadar betul bahwa konsumen saat ini semakin peduli terhadap kandungan gula dalam minuman mereka. Oleh karena itu, ia menyediakan tiga pilihan pemanis alami: madu, gula aren, dan stevia. “Saya menyesuaikan dengan tiga pilihan pemanis, madu, gula aren, dan stevia,” jelas Rahman. Konsumen dapat memilih pemanis sesuai dengan kebutuhan kesehatan masing-masing, misalnya bagi penderita diabetes yang disarankan menggunakan stevia.

Pilihan ini menjadi nilai jual tersendiri di tengah maraknya minuman kekinian yang cenderung tinggi gula. Dengan harga jual mulai Rp8.000 hingga Rp10.000 per kemasan, Nusavita menawarkan alternatif yang terjangkau bagi masyarakat yang ingin hidup lebih sehat.

Strategi Pemasaran: Dari Taman Kambang Iwak hingga Target Pasar yang Bergeser

Nusavita dipasarkan melalui stan di kawasan Taman Kambang Iwak Palembang setiap akhir pekan. Lokasi ini dipilih karena ramai pengunjung, terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Awalnya, Rahman menyasar anak muda yang gemar berolahraga lari dan gym. Ia berpikir bahwa minuman herbal cocok untuk pemulihan setelah beraktivitas fisik.

Namun, respons pasar justru datang dari kalangan bapak-bapak. Mereka tertarik karena Nusavita membantu pemulihan otot pasca-olahraga. “Yang jadi evaluasi, orang tuh kurang kenal khasiatnya,” ujar Rahman. Ia mengaku sempat kesulitan memperkenalkan konsep minuman herbal kepada target pasar awal. Meski demikian, pergeseran target pasar ini justru membuka peluang baru. Bapak-bapak yang membeli sering kali datang bersama keluarga, sehingga produk juga mulai dikenal oleh ibu-ibu dan anak-anak.

Rencana Pengembangan: Varian Baru dan Promosi Interaktif

Ke depan, Nusavita berencana menambah varian rasa berbasis bahan herbal Nusantara lainnya, seperti Bunga Telang dan air kelapa. Bunga Telang dikenal memiliki antioksidan tinggi, sementara air kelapa kaya elektrolit. Kedua varian ini diharapkan bisa menarik lebih banyak konsumen, terutama yang mencari minuman segar dan sehat.

Selain itu, Rahman juga berencana menambah anggota tim dan meningkatkan strategi promosi berbasis interaksi langsung dengan pengunjung Taman Kambang Iwak. “Kami akan lebih sering mengadakan sesi tasting gratis dan memberikan edukasi tentang khasiat setiap bahan,” katanya. Dengan pendekatan personal, diharapkan konsumen lebih memahami manfaat minuman herbal sehingga loyalitas terhadap produk meningkat.

Dampak dan Implikasi bagi UMKM Lokal

Kisah Nusavita menjadi contoh bagaimana tradisi lokal dapat diubah menjadi peluang bisnis yang relevan dengan kebutuhan modern. Di tengah persaingan UMKM yang ketat, inovasi produk dan pemahaman terhadap konsumen menjadi kunci. Nusavita tidak hanya menawarkan minuman sehat, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilih pemanis alami.

Bagi pemerintah daerah, keberadaan UMKM seperti Nusavita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat. Dukungan dalam bentuk pelatihan pemasaran digital atau akses permodalan akan sangat membantu agar produk-produk lokal semakin dikenal luas.

Kronologi Singkat Perjalanan Nusavita

TahunPeristiwa
2024Rahman kembali ke Palembang setelah menyelesaikan pendidikan pesantren.
2025Mulai merintis Nusavita dengan dua varian awal: Wedang Jancruk dan Sari Rosella.
2026Produk dipasarkan di Taman Kambang Iwak; target pasar bergeser ke kalangan bapak-bapak.
2026 (rencana)Penambahan varian Bunga Telang dan air kelapa; penguatan tim dan promosi interaktif.

Fakta Singkat Nusavita

  • Pemilik: Abdurrahman Ariq Aqil (Rahman)
  • Berdiri: 2025
  • Varian: Wedang Jancruk dan Sari Rosella
  • Pemanis: Madu, gula aren, stevia (pilihan konsumen)
  • Harga: Rp8.000 – Rp10.000 per kemasan
  • Lokasi penjualan: Taman Kambang Iwak Palembang (akhir pekan)

Nusavita membuktikan bahwa ilmu dari pesantren tidak hanya berguna untuk kehidupan spiritual, tetapi juga dapat menjadi modal berwirausaha yang kreatif dan berdampak. Dengan terus berinovasi dan mendekatkan diri kepada konsumen, Rahman optimis Nusavita dapat menjadi pilihan utama minuman herbal di Palembang dan sekitarnya. Bagi masyarakat yang ingin mencoba, stan Nusavita di Taman Kambang Iwak siap menyambut setiap akhir pekan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *