Marc Cucurella Jadi Pilar Kokoh Spanyol: Bek Kiri Underrated yang Bawa La Roja ke Semifinal Piala Dunia 2026
Suara Pecari, LOS ANGELES – Marc Cucurella kembali membuktikan diri sebagai salah satu bek kiri terbaik dunia saat membantu Spanyol menaklukkan Belgia 2-1 di babak perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7) waktu setempat. Pertandingan sengit di Inglewood, California, itu menampilkan ketangguhan lini pertahanan Spanyol yang belum kebobolan satu gol pun sepanjang turnamen, dan Marc Cucurella menjadi bagian integral dari rekor tersebut.
Bek berusia 27 tahun yang baru saja menyelesaikan transfer senilai £52 juta dari Chelsea ke Real Madrid ini telah tampil penuh dalam setiap pertandingan Spanyol. Catatan lima clean sheet dan dua assist membuatnya menjadi pemain paling produktif di antara para bek La Roja. Mantan bek Inggris, Micah Richards, menyebut Marc Cucurella sebagai ‘bek kiri paling underrated di sepak bola dunia’ dalam program The Rest is Football.
Dalam laga melawan Belgia, Marc Cucurella menunjukkan ketenangan luar biasa saat menghadapi tekanan dari Charles De Ketelaere dan pemain sayap Belgia lainnya. Statistik mencatat ia memenangkan 100% duel udara dan melakukan tiga intersepsi krusial. Penampilannya yang konsisten menjadi fondasi bagi rekor tak terkalahkan Spanyol yang kini mencapai 36 pertandingan, memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang era 2007-2009.
Pertandingan sendiri berjalan dramatis. Spanyol unggul lebih dulu lewat gol Fabian Ruiz, namun Belgia menyamakan kedudukan. Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, kiper Belgia Thibaut Courtois harus ditarik keluar karena cedera, digantikan Senne Lammens. Luis de la Fuente kemudian memasukkan Mikel Merino sebagai pemain pengganti. Pada menit ke-88, tembakan jarak jauh Pau Cubarsí ditepis Lammens, namun Merino bereaksi paling cepat dan mencetak gol kemenangan. Ini menjadi gol krusial kedua Merino setelah ia juga menjadi pahlawan saat melawan Portugal.
Kemenangan ini membawa Spanyol ke semifinal menghadapi Prancis di Dallas, Selasa depan. Sementara itu, Belgia harus mengubur mimpi ‘Golden Generation’ mereka setelah kegagalan di turnamen besar. Marc Cucurella dan rekan-rekannya kini hanya berjarak dua kemenangan dari gelar juara dunia.
Pelatih Luis de la Fuente memuji soliditas pertahanan timnya. “Ini adalah hasil kerja kolektif, soliditas pertahanan yang luar biasa,” ujarnya. Marc Cucurella menjadi bukti bahwa Spanyol tidak hanya mengandalkan lini depan seperti Lamine Yamal atau Pedri, tetapi juga memiliki pertahanan yang kokoh. Dengan performa impresifnya, Marc Cucurella layak mendapatkan pengakuan sebagai salah satu bek kiri terbaik di turnamen ini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










