Kontroversi Handball Rodri Warnai Tersingkirnya Belgia dari Piala Dunia 2026

Kontroversi Handball Rodri Warnai Tersingkirnya Belgia dari Piala Dunia 2026

Suara Pecari, Perjalanan Belgia di Piala Dunia 2026 harus terhenti di babak perempat final setelah kalah 1-2 dari Spanyol. Laga yang berlangsung sengit itu tidak hanya menyisakan kekecewaan karena kekalahan, tetapi juga kontroversi kepemimpinan wasit yang melibatkan gelandang Spanyol, Rodri. Pelatih Belgia, Rudi Garcia, dengan lantang memprotes keputusan wasit Michael Oliver yang tidak meniup peluit penalti saat bola mengenai tangan Rodri di dalam kotak penalti Spanyol pada babak kedua.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Spanyol unggul lebih dulu melalui gol Fabian Ruiz pada menit ke-30 memanfaatkan rebound tendangan Rodri. Namun, Belgia berhasil menyamakan kedudukan 11 menit kemudian lewat sundulan Charles De Ketelaere. Skor 1-1 bertahan hingga menit-menit akhir, sebelum Mikel Merino menjadi pahlawan Spanyol dengan golnya di menit ke-88.

Kontroversi terjadi pada menit ke-70 saat bola hasil sepakan pemain Belgia mengenai kepala bek Spanyol, Aymeric Laporte, lalu memantul ke tangan Rodri. Wasit Oliver dan tim VAR memutuskan tidak ada pelanggaran, yang memicu kemarahan Garcia. Menurut Garcia, insiden itu sangat krusial dan seharusnya ditinjau ulang oleh VAR. Ia menyesalkan bahwa aturan handball yang ada justru tidak memberikan keadilan bagi timnya.

Namun, berdasarkan aturan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB), keputusan wasit sudah tepat. Dalam regulasi tersebut, bola yang berasal dari pemain tim sendiri (dalam hal ini Laporte) yang kemudian mengenai tangan rekan setimnya (Rodri) tidak dianggap sebagai pelanggaran, kecuali jika tangan tersebut membuat bola masuk gawang atau pemain langsung mencetak gol. Dengan demikian, klaim penalti Belgia tidak berdasar.

Di sisi lain, Rodri justru tampil gemilang sepanjang turnamen. Meski belum mencetak gol atau assist, ia menjadi otak permainan Spanyol dengan menyelesaikan 544 operan dengan akurasi 95 persen. Pemain Manchester City itu juga memecahkan rekor Toni Kroos untuk umpan terobosan ke sepertiga akhir lapangan. Penampilannya yang konsisten membuatnya menjadi salah satu pemain kunci Spanyol dalam perjalanan mereka ke semifinal.

Kekalahan Belgia juga diperparah oleh cedera yang menimpa sejumlah pemain inti. Kiper Thibaut Courtois harus ditarik keluar pada menit ke-71 karena cedera otot, digantikan Senne Lammens. Kapten Youri Tielemans bahkan tidak bisa bermain karena cedera pangkal paha saat pemanasan, sementara Kevin De Bruyne juga meninggalkan lapangan pada menit ke-86. Garcia menyebut nasib buruk ini membuat rencana permainannya berantakan.

Spanyol kini melaju ke semifinal untuk menghadapi Prancis, sementara Belgia harus pulang dengan penuh penyesalan. Kontroversi handball Rodri dipastikan akan menjadi perdebatan panjang, terutama karena aturan handball yang dianggap masih membingungkan. Namun, yang pasti, Rodri tetap menjadi sosok sentral di lini tengah Spanyol, dan performanya akan menjadi kunci jika mereka ingin melaju ke final.

Dengan kemenangan ini, Spanyol memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 36 pertandingan di semua kompetisi. Langkah mereka selanjutnya adalah mengalahkan Prancis untuk merebut tiket ke partai puncak Piala Dunia 2026.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *