Hari ke-3 Jambore Daerah XI: Kontingen Kwarcab Pramuka Nias Makin Kompak dan Optimis
Suara Pecari, Gunungsitoli – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Jambore Daerah XI Sumatera Utara Tahun 2026, semangat Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Nias semakin membara. Jumat, 10 Juli 2026, menjadi saksi kebersamaan dan disiplin tinggi seluruh anggota kontingen, mulai dari peserta putra dan putri, pembina pendamping, hingga staf kontingen. Mereka mengawali aktivitas dengan ibadah bersama, olahraga pagi, dan apel pagi di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.
Ibadah Bersama: Fondasi Spiritual yang Kokoh
Rangkaian kegiatan hari itu diawali dengan ibadah bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus memohon penyertaan, kesehatan, dan kelancaran selama mengikuti seluruh agenda jambore. Suasana khidmat yang tercipta semakin memperkuat semangat kebersamaan di antara seluruh anggota kontingen. Ibadah bersama ini bukan sekadar ritual, melainkan momentum untuk merenungkan nilai-nilai kepramukaan yang berlandaskan spiritualitas. Dalam Gerakan Pramuka, pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma menekankan pentingnya hubungan dengan Tuhan, sehingga kegiatan ini menjadi pondasi moral bagi setiap peserta.
Kegiatan ibadah dipimpin oleh pembina pendamping yang juga berperan sebagai pembimbing rohani. Mereka memberikan renungan singkat tentang pentingnya kerjasama dan kepedulian terhadap sesama, sejalan dengan tema Jambore Daerah XI. Para peserta tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian doa dan nyanyian pujian. Suasana hening di Bumi Perkemahan Sibolangit menambah kekhidmatan, membuat momen ini menjadi salah satu yang paling berkesan bagi kontingen.
Olahraga Pagi: Membangun Kebugaran dan Kekompakan
Setelah ibadah, peserta mengikuti olahraga pagi untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan semangat sebelum menjalani berbagai aktivitas yang telah dijadwalkan panitia. Kegiatan berlangsung penuh antusias dan menjadi momen membangun kekompakan antaranggota kontingen. Olahraga pagi kali ini berupa senam bersama yang dipandu oleh instruktur dari kontingen Nias sendiri. Gerakan-gerakan enerjik diiringi musik ceria membuat peserta semakin bersemangat.
Menurut keterangan dari Pembina Kontingen Kwarcab Nias, Kakak Rudi Hia, olahraga pagi sengaja dirancang untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mempersiapkan fisik peserta menghadapi rangkaian kegiatan yang padat. “Kami ingin peserta tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki mental yang kuat. Olahraga pagi adalah salah satu cara untuk membangun disiplin dan kerjasama tim,” ujarnya. Senam bersama ini juga menjadi ajang interaksi antara peserta putra dan putri, mempererat tali persaudaraan.
Apel Pagi: Koordinasi dan Disiplin
Usai olahraga, seluruh peserta, pembina pendamping, dan staf kontingen mengikuti apel pagi dengan tertib dan penuh disiplin. Apel menjadi momentum penyampaian informasi, koordinasi, serta pembagian agenda kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang hari. Kehadiran para pembina pendamping dalam apel pagi menunjukkan komitmen mereka untuk terus mendampingi, membina, dan memastikan seluruh peserta mengikuti setiap kegiatan dengan aman, tertib, dan penuh semangat.
Apel pagi dipimpin oleh Ketua Kontingen Kwarcab Nias, Kakak Yulianus Zega. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya menjaga nama baik daerah dan menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam setiap tindakan. “Kita adalah duta Nias. Tunjukkan bahwa kita kompak, disiplin, dan berprestasi. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan saling membantu antarsesama peserta dari daerah lain,” pesannya. Apel pagi juga dimanfaatkan untuk mengecek kehadiran dan kondisi kesehatan peserta.
| Kegiatan | Waktu | Keterangan |
|---|---|---|
| Ibadah Bersama | 05.30 – 06.15 | Dipimpin Pembina, diikuti seluruh kontingen |
| Olahraga Pagi | 06.15 – 06.45 | Senam bersama, diikuti peserta dan pembina |
| Apel Pagi | 07.00 – 07.30 | Penyampaian agenda, koordinasi, dan arahan |
Kekompakan dan Semangat Kebersamaan
Kekompakan yang ditunjukkan seluruh unsur kontingen mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi salah satu nilai utama dalam Gerakan Pramuka. Tidak hanya peserta, para pembina pendamping juga memberikan teladan melalui kedisiplinan dan keterlibatan aktif dalam setiap rangkaian kegiatan jambore. Pembina pendamping tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga ikut serta dalam berbagai aktivitas, seperti mendampingi peserta saat mengikuti lomba-lomba kepramukaan, membantu persiapan logistik, dan memberikan motivasi.
Salah satu peserta, Adinda Maria Laoli, mengaku senang bisa mengikuti jambore ini. “Awalnya saya agak grogi, tapi karena teman-teman dan pembina selalu mendukung, saya jadi percaya diri. Semoga kami bisa meraih prestasi terbaik,” ujarnya dengan semangat. Kekompakan ini juga terlihat saat peserta saling membantu dalam mendirikan tenda, membersihkan area perkemahan, dan berbagi makanan ringan.
Dampak dan Implikasi bagi Peserta dan Daerah
Partisipasi dalam Jambore Daerah XI ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi peserta. Selain mengasah keterampilan kepramukaan seperti pioneering, sandi, dan tali-temali, peserta juga belajar tentang kemandirian, kepemimpinan, dan kerjasama tim. Keterampilan ini akan berguna dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan mereka. Bagi Kabupaten Nias, keikutsertaan kontingen ini menjadi ajang promosi daerah dan menunjukkan bahwa generasi muda Nias siap bersaing di tingkat provinsi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nias, melalui perwakilannya, menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi kontingen. “Kami bangga dengan anak-anak Nias. Mereka telah menunjukkan bahwa meskipun berasal dari daerah yang relatif terpencil, mereka mampu berprestasi dan beradaptasi dengan baik. Ini menjadi modal berharga untuk pembangunan sumber daya manusia ke depan,” ungkapnya. Diharapkan, pengalaman jambore ini dapat menginspirasi lebih banyak pemuda Nias untuk aktif dalam kepramukaan.
Optimisme Menyongsong Hari-Hari Berikutnya
Dengan semangat yang terus terjaga memasuki hari ketiga, Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Nias optimistis dapat mengikuti seluruh agenda Jambore Daerah XI Sumatera Utara dengan baik. Melalui kebersamaan, disiplin, dan kerja sama yang terus dibangun, kontingen berkomitmen memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik Kabupaten Nias di ajang kepramukaan tingkat Provinsi Sumatera Utara. Agenda hari ketiga sendiri meliputi berbagai lomba, seperti lomba pionering, lomba memasak, dan pentas seni budaya. Kontingen Nias telah mempersiapkan diri dengan matang, termasuk mengirimkan tim khusus untuk masing-masing lomba.
Di sela-sela kegiatan, peserta juga berkesempatan mengikuti workshop dan seminar yang diselenggarakan panitia. Materi yang disajikan antara lain tentang kewirausahaan, kepemimpinan, dan pelestarian lingkungan. Ini menjadi nilai tambah bagi peserta karena mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman berharga, tetapi juga pengetahuan yang aplikatif. Dengan berakhirnya hari ketiga, kontingen Nias semakin percaya diri dan siap menghadapi tantangan di hari-hari berikutnya. Mereka yakin bahwa dengan semangat Pramuka, segala rintangan dapat diatasi.
Jambore Daerah XI Sumatera Utara tahun 2026 menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka tetap relevan dan mampu membentuk karakter generasi muda. Kontingen Kwarcab Nias, dengan segala keterbatasan, telah menunjukkan bahwa kekompakan dan kerja keras adalah kunci sukses. Semoga semangat ini terus menyala dan menginspirasi banyak pihak.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










