Koramil Burneh dan Warga Gotong Royong Renovasi Jembatan: Wujud Karya Bhakti TNI AD

Koramil Burneh dan Warga Gotong Royong Renovasi Jembatan: Wujud Karya Bhakti TNI AD

Semangat Gotong Royong di Kampung Junok

Suara Pecari, Bangkalan – Suasana kerja keras dan kebersamaan mewarnai kegiatan renovasi jembatan di Kampung Junok, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura. Personel Koramil 0829-04 Burneh bersama warga setempat bergotong royong melanjutkan pembangunan infrastruktur yang menjadi akses vital bagi perekonomian dan mobilitas warga. Program ini merupakan bagian dari Karya Bhakti TNI AD yang bertujuan mempercepat pembangunan di daerah-daerah terpencil.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026 ini difokuskan pada tahap penguatan struktur pondasi jembatan. Pekerjaan meliputi perakitan ram besi, penggalian pondasi cakar ayam, serta pemasangan besi cakar ayam. Sebanyak delapan pekerja umum dikerahkan untuk menyelesaikan setiap tahapan dengan cermat dan tepat waktu. Kehadiran personel TNI tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga turun langsung membantu warga di lapangan.

Komitmen TNI dalam Pembangunan Infrastruktur

Anggota Koramil 0829-04 Burneh, Peltu Faruq, menegaskan bahwa program Karya Bhakti TNI AD merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kami berkomitmen melaksanakan setiap tahapan pekerjaan secara maksimal agar jembatan yang dibangun memiliki kualitas yang baik dan aman digunakan. Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan ini demi meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Menurut Peltu Faruq, tahapan pengerjaan saat ini difokuskan pada penguatan struktur pondasi sebagai langkah penting sebelum proses pembangunan berikutnya. Pondasi yang kokoh akan menjamin keamanan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang, terutama di musim hujan yang kerap menyebabkan longsor di wilayah Madura.

Rincian Tahapan Pekerjaan

Berikut adalah rincian tahapan pekerjaan yang dilakukan dalam renovasi jembatan Kampung Junok:

NoTahapan PekerjaanDeskripsiJumlah Pekerja
1Perakitan Ram BesiMerakit rangka besi untuk tulangan pondasi3 orang
2Penggalian Pondasi Cakar AyamMenggali tanah untuk pondasi cakar ayam sedalam 2 meter4 orang
3Pemasangan Besi Cakar AyamMemasang besi cakar ayam ke dalam galian pondasi5 orang

Seluruh pekerjaan dilakukan dengan semangat gotong royong yang tinggi. Personel TNI dan warga saling bahu-membahu, menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif. Pekerjaan berlangsung aman dan sesuai target yang telah ditentukan.

Dampak dan Manfaat bagi Masyarakat

Renovasi jembatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi warga Kampung Junok dan sekitarnya. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang akan dirasakan:

  • Kelancaran Akses Transportasi: Jembatan yang kokoh akan mempermudah mobilitas warga, terutama bagi petani yang mengangkut hasil bumi, anak-anak yang pergi ke sekolah, serta akses layanan kesehatan.
  • Peningkatan Perekonomian: Dengan akses yang lebih lancar, aktivitas perdagangan dan distribusi barang akan meningkat, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
  • Penguatan Hubungan TNI-Rakyat: Kegiatan ini mempererat tali silaturahmi antara TNI dan masyarakat, menumbuhkan rasa saling percaya dan gotong royong.
  • Pembangunan Berkelanjutan: Program Karya Bhakti TNI AD menjadi model pembangunan partisipatif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi TNI dan Masyarakat: Kunci Keberhasilan

Semangat gotong royong yang terlihat di Kampung Junok bukanlah hal baru di Indonesia. Tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya bangsa, dan TNI AD melalui program Karya Bhakti terus menghidupkannya kembali. Peltu Faruq menambahkan bahwa keterlibatan langsung TNI dalam pembangunan infrastruktur merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. “Kami tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa,” jelasnya.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari partisipasi aktif warga. Mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut serta dalam setiap tahap pekerjaan. Hal ini menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap hasil pembangunan. Warga setempat mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Seorang warga, Samsul Huda, mengungkapkan rasa syukurnya. “Jembatan ini sangat penting bagi kami. Sebelumnya, saat hujan deras, akses sering terputus. Sekarang kami optimis jembatan baru akan lebih kuat dan aman,” tuturnya.

Penutup Naratif

Di tengah gemuruh alat dan percakapan hangat para pekerja, jembatan Kampung Junok perlahan namun pasti mulai berdiri kokoh. Lebih dari sekadar struktur beton dan besi, jembatan ini adalah simbol persatuan antara TNI dan rakyat. Setiap tetes keringat yang jatuh di bawah terik matahari Madura adalah bukti bahwa pembangunan sejati lahir dari gotong royong. Program Karya Bhakti TNI AD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan yang akan terus dikenang oleh generasi mendatang. Dengan selesainya renovasi ini, diharapkan Kampung Junok akan melangkah maju menuju masa depan yang lebih cerah, di mana akses dan kesejahteraan menjadi milik semua.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *