Nathan Ngoy Jadi Andalan di Lini Belakang Belgia saat Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Suara Pecari, Piala Dunia 2026 menyajikan drama dan kejutan di setiap pertandingan. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Nathan Ngoy, bek muda Belgia yang dipercaya tampil sejak awal di laga perempat final melawan Spanyol. Meski harus menelan kekalahan pahit, penampilan Ngoy menjadi sorotan karena mampu menunjukkan ketenangan di lini belakang Belgia yang tengah dalam tekanan.
Belgia datang ke Piala Dunia 2026 dengan status tim unggulan, namun perjalanan mereka terhenti di perempat final setelah dikalahkan Spanyol 2-1. Laga yang berlangsung di Inglewood, California, pada 10 Juli 2026 itu menjadi saksi bagaimana Nathan Ngoy berduel dengan para penyerang Spanyol. Ngoy yang bermain sebagai bek kiri tampil solid meski harus menghadapi pemain cepat seperti Lamine Yamal.
Keputusan pelatih Rudi Garcia untuk menurunkan Nathan Ngoy sebagai starter mendapat apresiasi. Ngoy yang masih berusia 23 tahun menunjukkan kematangan di atas rata-rata. Ia mampu membaca permainan lawan dan beberapa kali melakukan tekel bersih yang menghentikan serangan Spanyol. Statistik mencatat Ngoy melakukan 4 telek sukses dan 3 intersepsi selama pertandingan.
Sayang, performa apik Nathan Ngoy tak mampu menyelamatkan Belgia dari kekalahan. Kontroversi terjadi saat pelatih Rudi Garcia menarik keluar kiper Thibaut Courtois pada menit ke-71 karena alasan cedera. Courtois sendiri mengaku masih fit, namun Garcia bersikukuh hanya pemain 100 persen fit yang boleh bermain. Keputusan ini menuai kritik tajam, terutama setelah kiper pengganti Senne Lammens melakukan kesalahan yang berujung pada gol kemenangan Spanyol.
Kekalahan ini menambah panjang daftar kegagalan Belgia di Piala Dunia. Sejak era ‘Generasi Emas’ yang dimulai pada 2014, Belgia selalu dianggap sebagai kandidat juara namun tak pernah mampu melaju melewati semifinal. Nathan Ngoy sendiri merupakan bagian dari regenerasi timnas Belgia. Ia tampil impresif di babak penyisihan grup dan babak 32 besar, termasuk saat Belgia mengalahkan Senegal.
Meski tersingkir, kehadiran Nathan Ngoy memberikan secercah harapan bagi masa depan Belgia. Ia dinilai sebagai salah satu bek muda terbaik yang dimiliki Belgia saat ini. Dengan usia yang masih muda, Ngoy diprediksi akan menjadi pilar utama lini belakang Belgia di turnamen-turnamen mendatang. Pengalaman bermain di Piala Dunia 2026 akan menjadi bekal berharga bagi kariernya.
Piala Dunia 2026 sendiri diwarnai banyak kartu merah sejak fase grup. Beberapa pemain seperti Sphephelo Sithole dan Themba Zwane dari Afrika Selatan, Tarik Muharemovic dari Bosnia, serta Folarin Balogun dari Amerika Serikat harus menerima kartu merah. Aturan baru FIFA yang melarang pemain menutup mulut saat konfrontasi juga menyebabkan beberapa kartu merah kontroversial, seperti yang dialami Miguel Almiron dan Piero Hincapie.
Belgia harus pulang lebih awal, namun penampilan Nathan Ngoy menjadi salah satu cerita positif. Ia membuktikan bahwa Belgia masih memiliki talenta muda berbakat yang siap mengisi posisi yang ditinggalkan para pemain senior. Meski ‘Generasi Emas’ mungkin telah berlalu, semangat baru bersama Nathan Ngoy dan rekan-rekannya siap membawa Belgia ke level selanjutnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










