Alaba Patah Hati Usai Austria Tersingkir, Sang Kapten Berjanji Bangkit Kembali

Alaba Patah Hati Usai Austria Tersingkir, Sang Kapten Berjanji Bangkit Kembali

Suara Pecari | Kapten tim nasional Austria, David Alaba, mengungkapkan rasa kecewa mendalam setelah negaranya tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Spanyol 0-3 pada babak 32 besar. Melalui unggahan emosional di Instagram, Alaba menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar Austria yang telah memberikan dukungan luar biasa sepanjang turnamen. “Saya bahkan tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata betapa besar arti dukungan ini bagi kami,” tulis Alaba, yang juga menyertakan serangkaian foto perjalanan timnya di Piala Dunia.

Pemain berusia 34 tahun itu menegaskan bahwa kekalahan ini tidak akan mematahkan semangat timnya. “Kami akan bangkit kembali dan kami akan berjuang lagi. Itu adalah kata-kata saya setelah Euro 2024. Dan itulah yang kami lakukan, Austria,” ujar Alaba. Ia juga menyebut bahwa menjadi kapten di Piala Dunia ini adalah suatu kehormatan besar. “Setiap hari dalam perjalanan kami sangat istimewa dan meninggalkan kesan mendalam bagi saya. Saya bangga dengan tim kami dan negara kami. Saya dari Austria!” tambahnya.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Inglewood, Los Angeles, Spanyol tampil dominan sejak menit awal. Mikel Oyarzabal membuka keunggulan pada menit ke-36 memanfaatkan umpan silang Marc Cucurella. Unggulan turnamen asal Iberia itu terus menekan dan akhirnya menggandakan kedudukan melalui Pedro Porro pada menit ke-66, yang mencetak gol internasional pertamanya bagi Spanyol. Oyarzabal menutup pesta gol La Roja pada menit ke-89 dengan gol keduanya malam itu, memastikan kemenangan 3-0.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Spanyol yang luar biasa. Mereka melepaskan 23 tembakan dengan 10 tepat sasaran, sementara Austria tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan ke gawang. Penguasaan bola Spanyol mencapai 92% dengan 589 operan sukses dari 643 percobaan. Kiper Spanyol, Unai Simón, nyaris tidak bekerja keras sepanjang laga dan mencatatkan clean sheet keempat berturut-turut di turnamen ini. “Kami hampir sempurna dari menit ke-20 hingga akhir. Kami harus mempertahankan standar itu untuk melewati babak-babak berikutnya,” ujar Simón.

Sementara itu, masa depan Alaba bersama tim nasional maupun klub masih belum jelas. Kontraknya dengan Real Madrid berakhir pada akhir Juni, dan ia belum memberikan kepastian mengenai langkah selanjutnya. “Saya belum memikirkan masa depan sama sekali—bahkan masa depan di level klub. Saya benar-benar fokus pada Piala Dunia ini. Pertama, saya harus memproses momen pahit ini. Itu pasti akan memakan waktu beberapa hari. Dan kemudian, tentu saja, saya akan mulai memikirkannya,” ungkap Alaba.

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Austria yang sebelumnya tampil cukup solid di babak penyisihan grup. Namun, Alaba optimistis bahwa timnya akan bangkit. “Kami akan melewati kekalahan ini bersama-sama, meskipun masih terasa sakit. Saya bangga pada kami. Pada tim kami dan negara kami. Saya dari Austria!” tutupnya.

Spanyol sendiri melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang antara Portugal atau Kroasia pada 6 Juli di Dallas. Dengan performa impresif ini, Spanyol dianggap sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan