Drama Penalti: Cedera Jordan Bos Warnai Kekalahan Australia dari Mesir di Piala Dunia
Suara Pecari | Australia harus mengakui keunggulan Mesir dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti 4-2 di AT&T Stadium, Dallas, Jumat (4/7/2026). Pertandingan yang berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu ini diwarnai cedera serius yang dialami pemain belakang Australia, Jordan Bos, pada menit akhir babak pertama.
Insiden terjadi saat Jordan Bos berduel dengan bek Mesir, Rami Rabia, di sisi kiri pertahanan Australia. Rabia yang memburu bola justru mengenai kaki kiri Jordan Bos dalam gerakan lanjutan. Pemain berusia 23 tahun itu langsung terjatuh dengan wajah kesakitan dan harus ditandu keluar lapangan. Cedera Jordan Bos ini menjadi pukulan berat bagi Australia yang sebelumnya tampil solid di fase grup.
Meski kehilangan Jordan Bos, Australia sempat bangkit di babak kedua. Tertinggal lebih dulu lewat gol Emam Ashour pada menit ke-13, Australia menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Mohamed Hany pada menit ke-55. Hany menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak dua gol bunuh diri dalam satu turnamen.
Pelatih Australia, Tony Popovic, mengambil keputusan berani dengan menarik kiper Patrick Beach yang tampil gemilang dan memasukkan Mathew Ryan di menit-menit akhir perpanjangan waktu. Namun, langkah ini justru menjadi bumerang. Harry Souttar dan Lucas Herrington gagal mengeksekusi penalti, sementara Mesir sukses mengonversi seluruh tendangan mereka, termasuk penalti panenka dari Mohamed Salah.
Kekalahan ini membuat Australia gagal meraih kemenangan perdana di babak gugur Piala Dunia. Sementara itu, Mesir melaju ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka dan akan menghadapi Argentina atau Cape Verde.
Cedera Jordan Bos menjadi sorotan utama karena pemain tersebut merupakan andalan di sisi kiri pertahanan Australia. Tanpa Jordan Bos, lini belakang Australia kehilangan keseimbangan, meski Kai Trewin yang menggantikannya tampil cukup baik. Kehilangan Jordan Bos di momen krusial jelas memengaruhi strategi Australia.
Pertandingan berlangsung sengit di hadapan 70.244 penonton. Australia sebenarnya unggul penguasaan bola, namun efektivitas serangan Mesir lebih baik. Kiper Patrick Beach sempat melakukan penyelamatan gemilang pada menit akhir waktu normal untuk memaksa perpanjangan waktu, namun adu penalti menjadi penentu.
Dengan hasil ini, Australia harus pulang lebih awal, sementara Mesir menanti lawan di Atlanta pada 7 Juli 2026. Cedera Jordan Bos menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kedalaman skuad di turnamen sebesar Piala Dunia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






