Switzerland Hentikan Mimpi Algeria di Vancouver, Aïssa Mandi Gagal Bendung Embolo
Suara Pecari | Switzerland memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Algeria 2-0 di BC Place, Vancouver, Kamis (2/7). Kemenangan ini mengakhiri penantian 88 tahun Swiss untuk meraih kemenangan di babak gugur Piala Dunia sejak 1938. Bagi Algeria, mimpi meraih kemenangan perdana di fase knockout kembali kandas. Pertahanan Algeria yang dikomandoi Aïssa Mandi harus mengakui keunggulan Swiss yang tampil klinis.
Sejak awal pertandingan, Swiss langsung mengambil inisiatif serangan. Gol cepat tercipta pada menit ke-10 melalui Breel Embolo yang memanfaatkan umpan silang Johan Manzambi. Aïssa Mandi yang bertugas sebagai bek tengah bersama Ramy Bensebaini kesulitan mengantisipasi pergerakan Embolo. Meski sempat memberikan perlawanan, Algeria gagal memanfaatkan peluang emas yang didapat Fares Chaibi sebelum turun minum.
Babak kedua baru berjalan 46 detik, Swiss menggandakan keunggulan lewat Dan Ndoye. Gol ini membuat Algeria semakin tertekan. Aïssa Mandi dan lini belakang Algeria berusaha keras menahan gempuran, namun Swiss terlalu disiplin dalam menguasai permainan. Pelatih Vladimir Petkovic, yang sebelumnya menangani Swiss, tak mampu membawa Algeria membalikkan keadaan. Kapten Riyad Mahrez yang menjadi andalan kreativitas tak mampu menembus pertahanan Swiss yang dikomandoi Manuel Akanji.
Bagi Aïssa Mandi, pemain berusia 34 tahun yang memperkuat Lille, pertandingan ini menjadi salah satu momen pahit dalam kariernya. Sebagai pemain senior, ia diharapkan menjadi pemimpin di lini belakang, namun Swiss terlalu cerdik dalam memanfaatkan celah. Swiss hampir menambah gol ketiga melalui Fabian Rieder, namun tendangannya masih bisa diamankan Luca Zidane.
Kemenangan ini menjadi sejarah bagi Swiss yang untuk pertama kalinya sejak 1954 mencetak lebih dari satu gol di babak gugur Piala Dunia. Mereka akan menghadapi pemenang antara Kolombia dan Ghana pada 7 Juli mendatang. Sementara itu, Algeria harus pulang lebih awal dengan kepala tegak setelah tampil cukup baik di fase grup, termasuk hasil imbang dramatis 3-3 melawan Austria.
Kesimpulannya, kegagalan Algeria kali ini menjadi pelajaran berharga. Meski memiliki pemain berkualitas seperti Aïssa Mandi, Riyad Mahrez, dan Houssem Aouar, konsistensi dan pengalaman di babak gugur masih menjadi pekerjaan rumah. Swiss membuktikan bahwa organisasi permainan dan ketajaman di lini depan menjadi kunci sukses di turnamen sebesar Piala Dunia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






