Serangan Drone dan Rudal Rusia Hantam Kiev, 13 Orang Tewas
Suara Pecari | Pada Kamis, 27 Juni 2026, serangan drone dan rudal Rusia menghantam ibu kota Ukraina, Kiev, menghancurkan sebuah gedung apartemen dan menewaskan sedikitnya 13 orang serta melukai puluhan lainnya. Peristiwa ini terjadi setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Rusia tengah mempersiapkan serangan besar. Serangan ini merupakan bagian dari gelombang serangan rutin Rusia ke berbagai kota Ukraina selama lebih dari empat tahun perang berlangsung, yang telah menjadi konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II.
Kronologi Serangan
Menurut laporan jurnalis AFP, sedikitnya 12 ledakan terdengar di kawasan tengah dan timur Kiev. Warga berbondong-bondong menuju tempat perlindungan di stasiun kereta bawah tanah. Pada Kamis pagi, asap tebal akibat serangan terlihat membubung di langit Kiev. Sejumlah warga mendatangi lokasi gedung apartemen yang hancur. Warga setempat mengatakan ledakan terdengar sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari, dan mereka mendengar suara drone yang terbang di atas kawasan padat penduduk di pusat kota Kiev.
Korban dan Kerusakan
Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko, mengonfirmasi jumlah korban jiwa sebanyak 13 orang tewas dan puluhan luka-luka. Bangunan tempat tinggal hancur total, dan tim penyelamat terus mencari korban di reruntuhan. Berikut rincian data serangan:
| Jenis Serangan | Jumlah |
|---|---|
| Drone | 496 |
| Rudal | 74 |
| Korban Tewas | 13 |
| Korban Luka | Puluhan |
Dampak dan Implikasi
Serangan ini menimbulkan dampak besar bagi warga Kiev dan Ukraina secara keseluruhan. Masyarakat semakin trauma dengan serangan yang terus berulang, sementara infrastruktur kota kembali hancur. Pemerintah Ukraina kembali mendesak negara-negara sekutunya untuk segera mengirimkan sistem pertahanan udara tambahan. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha melalui media sosial menyatakan, “Jangan tunda keputusan mengenai pertahanan udara untuk Ukraina. Ini adalah permintaan utama kami kepada para mitra setelah Kiev mengalami malam yang mengerikan.”
Respons Internasional
Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara NATO, mengecam serangan tersebut. Namun, bantuan sistem pertahanan udara seperti Patriot dan NASAMS masih tertunda karena berbagai pertimbangan politik dan logistik. Ukraina berharap serangan ini dapat mempercepat pengiriman alat pertahanan yang sangat dibutuhkan.
Analisis Militer
Menurut Angkatan Udara Ukraina, Rusia mengerahkan 496 drone dan 74 rudal dalam serangan tersebut, menunjukkan eskalasi skala serangan. Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi serangan itu dan menyebutnya sebagai aksi balasan atas tindakan militer Ukraina. Analis militer menilai bahwa Rusia terus menggunakan taktik serangan gabungan drone dan rudal untuk membanjiri pertahanan udara Ukraina.
Daftar Poin Penting
- Serangan terjadi pada Kamis, 27 Juni 2026, pukul 03.00 dini hari waktu setempat.
- Gedung apartemen di distrik pusat Kiev hancur total.
- Warga berlindung di stasiun kereta bawah tanah.
- Tim penyelamat masih melakukan evakuasi korban.
- Ukraina meminta tambahan sistem pertahanan udara dari sekutu.
Penutup Naratif
Di tengah puing-puing gedung apartemen yang hancur, warga Kiev kembali merasakan getirnya perang yang tak kunjung usai. Langit yang seharusnya menjadi saksi kedamaian, kini dipenuhi asap dan suara sirene. Serangan ini bukan hanya soal angka korban, melainkan juga pukulan psikologis bagi Ukraina yang terus berjuang mempertahankan kedaulatan. Sementara dunia menunggu respons sekutu, rakyat Ukraina bertahan dengan harapan bahwa suatu hari, pertahanan udara yang memadai akan melindungi mereka dari teror malam yang tak berkesudahan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






