Hashim Dengar Sudah Ada Indikasi Penyimpangan Kopdes, Minta Pengawasan Ketat

Hashim Dengar Sudah Ada Indikasi Penyimpangan Kopdes, Minta Pengawasan Ketat

Laporan Indikasi Penyimpangan Kopdes Mengemuka

Suara Pecari | Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, mengaku telah menerima laporan mengenai dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Pernyataan itu disampaikan Hashim saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Srikandi Jaga Desa di Jakarta, Jumat (3/7). Dalam acara tersebut, Hashim secara khusus meminta Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, yang turut hadir, serta para anggota Srikandi Jaga Desa untuk mengawal program Kopdes di lapangan.

Hashim: Jangan Sampai Tujuan Mulia Dirusak

“Yang kita harus hati-hati, Pak Wamen, penyimpangan-penyimpangan. Saya sudah dengar, saya sudah banyak dapat laporan, sudah ada indikasi penyimpangan, Pak Wamen. Maka saya titip ya, Pak Wamen, pengawasan harus sangat ketat,” ujar Hashim di hadapan peserta pelantikan. Hashim menegaskan bahwa pengawasan nantinya akan dibantu oleh Srikandi Jaga Desa yang bertugas mendampingi dan mengawasi pelaksanaan berbagai program pemerintah hingga tingkat desa. “Pak Wamen nanti dibantu oleh Srikandi-Srikandi Jaga Desa. Saya lihat ibu-ibu, emak-emak yang akan jaga dan mengawasi dan mendampingi program-program pemerintah, termasuk program Koperasi Desa Merah Putih,” tegasnya.

Latar Belakang Program Koperasi Desa Merah Putih

Menurut Hashim, Koperasi Desa Merah Putih dibentuk dengan tujuan memperbaiki perekonomian masyarakat desa, salah satunya dengan memutus ketergantungan petani dan pelaku usaha desa terhadap tengkulak. “Koperasi Desa Merah Putih tujuannya juga mulia. Agar desa-desa itu bisa lepas dari ikatan dengan para tengkulak yang sudah menjadi penyakit di seluruh Indonesia sejak bertahun-tahun bahkan mungkin berabad-abad,” kata Hashim. Ia menjelaskan, koperasi tersebut dirancang menyediakan berbagai fasilitas penunjang, seperti cold storage, armada pengangkutan, hingga gerai penyedia obat-obatan dengan harga terjangkau bagi masyarakat desa.

Fasilitas Manfaat
Cold Storage Menyimpan hasil panen agar tidak busuk, menjaga kualitas produk pertanian
Armada Pengangkutan Mempermudah distribusi hasil desa ke pasar, mengurangi biaya logistik
Gerai Obat-Obatan Menyediakan obat dengan harga terjangkau, meningkatkan akses kesehatan desa

Program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa dan mengurangi kesenjangan antara desa dan kota. Namun, Hashim mengingatkan agar tujuan mulia tersebut tidak dirusak oleh oknum yang melakukan penyimpangan. “Jangan sampai tujuan mulia, jangan sampai program yang bagus sekali itu dirusakin dengan setan-setan dan hamba iblis di seluruh Indonesia. Di mana ada tujuan mulia, program bagus, iblis datang. Setan-setan datang,” kata dia dengan nada tegas.

Peran Srikandi Jaga Desa dalam Pengawasan

Srikandi Jaga Desa, organisasi yang diketuai oleh perempuan-perempuan desa, memiliki peran strategis dalam mengawal program-program pemerintah. Hashim meminta mereka aktif melaporkan apabila menemukan penyimpangan di lapangan, namun dengan catatan laporan harus berdasarkan fakta dan data, bukan fitnah. “Kalau ada laporan-laporan, tolong itu berdasarkan fakta dan data,” ujar Hashim. “Kita sudah lihat banyak media sosial, fitnahan, hujatan, penghinaan. Jangan itu menjadi yang dialami dan dipraktikkan oleh Ibu-ibu Srikandi. Fakta dan data,” lanjutnya.

  • Pendampingan Program: Anggota Srikandi mendampingi pelaksanaan program Kopdes di desa masing-masing.
  • Pengawasan Ketat: Mereka diminta mengawasi setiap tahapan, mulai dari pendirian koperasi hingga distribusi fasilitas.
  • Pelaporan Berbasis Data: Setiap temuan harus didukung bukti dan data valid untuk menghindari fitnah.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat Desa

Jika program Kopdes berjalan sesuai rencana, dampak positif bagi masyarakat desa sangat besar. Petani tidak lagi bergantung pada tengkulak yang kerap menekan harga, akses terhadap obat-obatan murah meningkat, dan hasil panen lebih terjaga kualitasnya. Namun, jika penyimpangan tidak dicegah, program ini berpotensi gagal dan malah merugikan masyarakat. Oleh karena itu, seruan Hashim untuk pengawasan ketat menjadi krusial. Masyarakat desa diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam mengawal program ini, sehingga tujuan mulia pemberdayaan ekonomi desa dapat tercapai.

Kronologi Peristiwa

  1. Pemerintah meluncurkan program Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi desa.
  2. Hashim Djojohadikusumo menerima laporan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program tersebut.
  3. Pada Pelantikan Srikandi Jaga Desa (3 Juli 2026), Hashim menyampaikan permintaan pengawasan ketat kepada Wamen Sosial Agus Jabo Priyono dan anggota Srikandi.
  4. Hashim menekankan pentingnya pelaporan berdasarkan fakta dan data untuk mencegah fitnah.

Penutup: Seruan Hashim Djojohadikusumo menjadi alarm bagi semua pihak yang terlibat dalam program Koperasi Desa Merah Putih. Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat desa. Dengan pengawasan yang ketat dan pelaporan yang berbasis data, diharapkan program ini dapat berjalan sesuai tujuan mulianya: membebaskan desa dari cengkeraman tengkulak dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kini, bola ada di tangan para pengawas dan masyarakat desa untuk memastikan tidak ada celah bagi oknum yang ingin merusak program ini.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan