Blunder Debut Piala Dunia, Senne Lammens Jadi Sorotan Usai Belgia Tersingkir
Suara Pecari, Mimpi indah Belgia di Piala Dunia 2026 harus kandas di babak perempat final setelah kalah 1-2 dari Spanyol. Laga yang berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles, pada Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB itu diwarnai insiden cedera kiper utama Thibaut Courtois dan blunder fatal kiper pengganti, Senne Lammens. Debut Senne Lammens di pentas Piala Dunia berubah menjadi mimpi buruk setelah kegagalannya mengantisipasi tendangan jarak jauh Pau Cubarsi pada menit ke-88, yang dimanfaatkan Mikel Merino menjadi gol kemenangan Spanyol.
Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Spanyol unggul lebih dulu lewat gol Fabian Ruiz pada menit ke-30, namun Belgia menyamakan kedudukan melalui sundulan Charles De Ketelaere pada menit ke-41. Babak kedua berjalan ketat hingga petaka menimpa Belgia di menit ke-71. Courtois, yang tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan, harus ditarik keluar karena cedera otot. Pelatih Rudi Garcia memutuskan memasukkan Senne Lammens, kiper Manchester United berusia 24 tahun, untuk menggantikannya. Keputusan itu langsung menuai kritik, termasuk dari legenda Swedia Zlatan Ibrahimovic yang menilai seharusnya Garcia memainkan Mike Penders yang lebih berpengalaman.
Meski demikian, Courtois membela rekan setimnya itu. Usai pertandingan, ia mengaku telah memeluk Lammens dan memberinya semangat. “Saya memeluknya erat-erat. Tidak banyak yang bisa saya katakan selain dia adalah kiper hebat dan akan bangkit dari ini,” ujar Courtois. Ia juga menegaskan bahwa Lammens memiliki kepribadian kuat dan akan menjalani musim yang hebat bersama Manchester United. Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk penggemar yang ramai memberikan kata-kata penyemangat di media sosial.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Belgia yang sebelumnya tak terkalahkan dalam 18 pertandingan. Namun, pelatih Garcia menolak menyalahkan pemain. “Kami bermain setara dengan Spanyol dan tidak perlu malu. Melawan tim sekelas Spanyol, Anda juga butuh keberuntungan,” ujarnya. Sementara itu, Spanyol melaju ke semifinal untuk pertama kalinya sejak 2010 dan akan berhadapan dengan Prancis.
Bagi Senne Lammens, pengalaman pahit ini justru bisa menjadi pelajaran berharga. Seperti kata Courtois, “Dia akan berlibur, memulihkan diri, dan kembali lebih kuat. Saya yakin dia akan baik-baik saja.” Masa depan Senne Lammens di timnas Belgia masih terbuka lebar, terutama jika Courtois memutuskan untuk mengurangi jadwal internasionalnya.
Kesimpulannya, blunder Senne Lammens memang menjadi titik balik pertandingan, namun sepak bola adalah tentang bangkit dari kegagalan. Dukungan dari rekan setim dan pengalaman berharga di Piala Dunia akan membentuknya menjadi kiper yang lebih matang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










