Blunder Pau Cubarsí Guncang Belgia: Thibaut Courtois Bela Kiper Muda, Rudi Garcia Dikritik

Blunder Pau Cubarsí Guncang Belgia: Thibaut Courtois Bela Kiper Muda, Rudi Garcia Dikritik

Suara Pecari, Piala Dunia 2026 menyajikan drama menegangkan di babak perempat final antara Belgia dan Spanyol. Pertandingan yang berlangsung sengit harus ditentukan oleh momen kontroversial yang melibatkan pemain muda Spanyol, Pau Cubarsí. Tembakan jarak jauh Pau Cubarsí pada menit ke-88 berhasil memanfaatkan blunder kiper pengganti Belgia, Senne Lammens, yang gagal mengamankan bola. Mikel Merino dengan sigap menyambar bola muntah dan membawa Spanyol unggul 2-1. Kekalahan ini membuat Belgia harus angkat koper dari turnamen, sementara Spanyol melaju ke semifinal.

Pau Cubarsí, yang baru berusia 19 tahun, menjadi pahlawan tak terduga bagi La Roja. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti sempat terlihat mudah ditangkap, namun Lammens kehilangan konsentrasi dan bola terlepas. Momen itu menjadi titik balik pertandingan. Pau Cubarsí sendiri mengaku tidak menyangka tembakannya bisa berbuah gol kemenangan. “Saya hanya mencoba menendang sekuat tenaga dan berdoa. Ini mimpi yang menjadi kenyataan,” ujarnya usai laga. Pau Cubarsí kini menjadi sorotan media Spanyol sebagai pahlawan baru.

Di sisi lain, kiper utama Belgia Thibaut Courtois membela rekannya yang melakukan blunder. Courtois, yang harus ditarik keluar pada menit ke-71 karena cedera otot, memberikan dukungan penuh kepada Lammens. “Saya memeluknya erat-erat. Dia kiper hebat dan akan bangkit dari ini,” kata Courtois. Pelatih Belgia Rudi Garcia mendapat kritik tajam karena keputusannya mengganti Courtois. Komentator Peter Vandenbempt menyebut keputusan itu “mengherankan” karena Courtois merasa masih bisa bermain. Namun Garcia bersikukuh hanya pemain yang 100 persen fit yang boleh turun.

Kekalahan ini memicu perdebatan di Belgia. Garcia, yang kontraknya akan berakhir bulan ini, dinilai terlalu kaku dengan prinsip fisik. Sementara itu, Pau Cubarsí terus menuai pujian. Bek muda Barcelona itu menunjukkan ketenangan luar biasa di laga sebesar perempat final Piala Dunia. Pau Cubarsí juga menjadi pemain termuda yang mencetak gol penentu kemenangan di fase gugur Piala Dunia sejak Pelé pada 1958. Spanyol kini akan menghadapi Prancis di semifinal.

Pau Cubarsí tidak sendirian menjadi bintang. Mikel Merino juga layak diapresiasi karena reaksi cepatnya memanfaatkan bola muntah. Namun, nama Pau Cubarsí akan selalu dikenang sebagai aktor utama di balik tersingkirnya Belgia. Pertandingan ini membuktikan bahwa sepak bola penuh kejutan, dan Pau Cubarsí adalah contoh nyata bagaimana pemain muda bisa bersinar di panggung terbesar.

Kesimpulannya, blunder fatal Senne Lammens yang dipicu tendangan Pau Cubarsí menjadi penentu laga. Keputusan kontroversial Rudi Garcia mengganti Thibaut Courtois ikut memicu kekalahan Belgia. Spanyol melaju ke semifinal dengan modal kepercayaan diri tinggi berkat performa gemilang Pau Cubarsí.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *