Thibaut Courtois Umumkan Rehat Setahun dari Timnas Belgia, Ancang-Ancang Gantung Sarung Tangan?

Thibaut Courtois Umumkan Rehat Setahun dari Timnas Belgia, Ancang-Ancang Gantung Sarung Tangan?

Suara Pecari, Kiper utama tim nasional Belgia, Thibaut Courtois, secara mengejutkan mengumumkan keputusan untuk rehat sejenak dari panggung sepak bola internasional. Langkah ini diambil sang penjaga gawang setelah langkah De Rode Duivels terhenti di babak perempat final Piala Dunia 2026. Courtois mengungkapkan bahwa dirinya membutuhkan waktu istirahat setidaknya selama satu tahun ke depan. Meski membuka peluang untuk kembali membela negaranya di masa depan, ia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada otoritas sepak bola setempat.

“Saya ingin beristirahat selama satu tahun tanpa bermain untuk timnas Belgia. Mungkin saya akan kembali untuk kualifikasi Euro 2028, tetapi pada akhirnya itu adalah keputusan yang harus dibuat oleh Federasi,” ujar Thibaut Courtois sebagaimana dikutip dari AS pada Sabtu (11/7). Keputusan ini tampaknya menjadi pertaruhan bagi karier internasional Courtois. Pemain berusia 34 tahun tersebut menegaskan bahwa jika Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) tidak menyetujui permintaannya untuk cuti panjang, ia siap untuk gantung sarung tangan dari tim nasional secara permanen. Jika skenario itu terjadi, maka kekalahan tipis 1-2 dari Spanyol di babak perempat final Piala Dunia 2026 akan tercatat sebagai pertandingan terakhirnya berseragam Belgia.

Thibaut Courtois merasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi prioritasnya setelah bertahun-tahun menjadi pilar di bawah mistar gawang. Ia bukan sosok sembarangan bagi publik sepak bola Belgia. Mantan kiper Chelsea dan Atletico Madrid ini telah menjadi andalan utama selama hampir 15 tahun. Sejak melakoni debut internasionalnya pada November 2011, ia telah mengoleksi total 115 penampilan bersama tim nasional.

Kontroversi sempat muncul saat Courtois ditarik keluar pada pertandingan perempat final melawan Spanyol. Ia mengalami cedera ringan pada kakinya, namun pelatih Rudi Garcia memutuskan untuk menggantinya dengan Senne Lammens. Sayangnya, Lammens melakukan kesalahan yang berujung pada gol kemenangan Spanyol di menit ke-88. Courtois sendiri mengaku kecewa harus keluar di momen penting tersebut. “Sayang sekali harus keluar di pertandingan spesial seperti itu. Saya merasa sangat baik di babak kedua dan melakukan beberapa penyelamatan. Anda ingin tetap berada di lapangan pada momen seperti itu,” katanya.

Courtois juga menunjukkan simpati kepada Lammens yang menjadi sasaran kritik usai kekalahan Belgia. “Saya bisa saja tetap di gawang, tetapi pelatih berkata: ‘Jika Anda tidak 100%, saya akan mengganti Anda’. Itu sebabnya saya awalnya ingin terus bermain, tetapi pelatih memutuskan untuk mengganti saya. Itu bukan masalah. Tim yang utama, tentu saja,” ujarnya.

Kini, Thibaut Courtois membuka peluang untuk tetap bersama timnas jika permintaannya dikabulkan. Ia menginginkan jadwal yang lebih ringan, terutama selama kampanye UEFA Nations League. “Saya sudah mengindikasikan bahwa saya ingin tahun yang lebih tenang, di mana saya bisa tinggal di Madrid selama kampanye Nations League untuk fokus pada pemulihan saya. Dengan begitu, Senne (Lammens), Mike (Penders), atau Maarten (Vandevoordt) bisa bermain,” jelas Courtois. “Jika mereka (Belgia) menerima itu, maka saya akan terbuka untuk melanjutkan.”

Belgia dijadwalkan menjalani enam pertandingan UEFA Nations League hingga akhir tahun ini. Setelah itu, tim asuhan pelatih Domenico Tedesco baru akan kembali berlaga pada Kualifikasi Piala Eropa 2028 yang dimulai pada Maret tahun depan. Keputusan Thibaut Courtois ini tentu menjadi dilema bagi RBFA. Di satu sisi, mereka kehilangan kiper terbaiknya untuk sementara waktu. Di sisi lain, jika tidak menyetujui permintaan Courtois, mereka berisiko kehilangan dia secara permanen.

Kesimpulannya, Thibaut Courtois telah mengambil langkah berani dengan mengumumkan rehat setahun dari timnas Belgia. Keputusan ini tidak hanya berdampak pada persiapan tim untuk turnamen mendatang, tetapi juga menjadi sinyal bahwa sang kiper mungkin akan segera mengakhiri karier internasionalnya. Semua kini bergantung pada bagaimana RBFA merespons permintaan Courtois. Jika mereka dapat memberikan jadwal yang lebih fleksibel, bukan tidak mungkin Courtois akan kembali memperkuat Belgia di masa depan. Namun, jika tidak, maka generasi emas Belgia harus kehilangan salah satu pilar utamanya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *