Es Jagung Mustika Laris Manis Tarik Pelanggan di Pinggir Jalan

Es Jagung Mustika Laris Manis Tarik Pelanggan di Pinggir Jalan

Es Jagung Mustika: Minuman Segar yang Laris Manis di Pinggir Jalan Palembang

Suara Pecari, Palembang – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas kampus STIE-AKUBANK Palembang, sebuah gerobak minuman sederhana bernama Es Jagung Mika berhasil mencuri perhatian. Setiap hari, antrean pelanggan—mulai dari mahasiswa, pelajar, hingga pejalan kaki—tidak pernah sepi. Pemiliknya, Mustika, telah membuktikan bahwa bisnis minuman pinggir jalan bisa menjadi ladang rezeki yang menjanjikan jika dikelola dengan cermat.

Kisah di Balik Gerobak Es Jagung Mustika

Mustika memulai usahanya sejak awal tahun 2026 dengan modal nekat dan tekad kuat. Ia memilih lokasi di depan kampus karena melihat potensi besar dari keramaian mahasiswa yang membutuhkan minuman segar, terutama saat cuaca Palembang yang panas dan lembap. “Saya sengaja pilih di pinggir jalan karena banyak orang cari minuman dingin, apalagi kalau siang. Minuman segar lebih laku daripada makanan berat,” ujar Mustika saat ditemui pada 5 Juli 2026.

Ia tidak sendiri; dibantu oleh seorang karyawan, Mustika mampu melayani puluhan pelanggan setiap jam sibuk. Gerobaknya yang bersih dan tertata rapi menjadi nilai tambah. “Setiap selesai layani pelanggan, saya selalu rapikan dagangan. Kebersihan itu penting biar pelanggan betah,” tambahnya.

Menu Andalan dan Harga Bersaing

Es Jagung Mika menawarkan berbagai varian minuman segar dengan harga yang ramah di kantong. Berikut adalah daftar menu beserta harganya:

MenuHarga (Rp)
Es Jagung5.000
Es Jeruk4.000
Es Teh Manis3.000
Es Campur6.000

Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan minuman di kafe atau restoran, sehingga sangat terjangkau bagi kalangan mahasiswa. Deani, seorang mahasiswi yang sering membeli, mengaku puas dengan rasa dan harga. “Harganya masih tergolong murah, sama seperti harga di tempat lain. Tapi rasanya enak, jadi saya tidak ragu balik lagi,” katanya.

Kunci Sukses: Bahan Segar dan Pelayanan Ramah

Mustika menekankan bahwa kesegaran bahan baku adalah prioritas utama. Jagung manis yang digunakan dipilih langsung dari pasar setiap pagi, begitu juga dengan jeruk dan teh. “Saya tidak mau pakai bahan yang sudah lama. Pelanggan pasti bisa bedain mana yang segar dan mana yang tidak,” tegasnya. Selain itu, ia juga selalu tersenyum dan menyapa pelanggan dengan ramah, menciptakan suasana yang nyaman.

Pelanggan setia seperti Rina, seorang pekerja kantoran di sekitar kampus, mengaku sering mampir sepulang kerja. “Lokasinya strategis, dekat kampus dan jalan utama. Rasanya juga konsisten enak. Saya sudah beberapa kali bawa teman-teman kantor ke sini,” ujarnya.

Dampak dan Implikasi bagi Usaha Mikro Pinggir Jalan

Keberhasilan Es Jagung Mustika memberikan gambaran bahwa sektor usaha mikro, khususnya kuliner pinggir jalan, masih memiliki prospek cerah di Indonesia. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor ini menyerap lebih dari 60% tenaga kerja nasional dan berkontribusi signifikan terhadap PDB. Namun, tantangan seperti persaingan harga dan fluktuasi bahan baku tetap harus dihadapi.

Mustika sendiri berencana untuk mengembangkan usahanya. “Saya ingin buka cabang di tempat lain, mungkin di dekat kampus lain atau pusat keramaian. Pelanggan yang terus berdatangan setiap hari jadi motivasi saya untuk terus meningkatkan kualitas,” ungkapnya penuh harap.

Dari kisah Mustika, kita belajar bahwa kesuksesan tidak selalu membutuhkan modal besar. Yang terpenting adalah ketekunan, kebersihan, dan kemampuan membaca pasar. Es Jagung Mustika bukan sekadar minuman segar, tetapi juga simbol perjuangan pengusaha kecil yang mampu bersaing di tengah kerasnya ekonomi.

Bagi Anda yang sedang mencari inspirasi bisnis atau sekadar ingin melepas dahaga dengan minuman murah dan enak, gerobak Es Jagung Mustika di depan STIE-AKUBANK Palembang bisa menjadi pilihan tepat. Jangan lupa untuk mampir dan rasakan sendiri kesegarannya!

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *