Jimothy si Rakun Mungil Viral: Dari Google hingga Kaleng Bir, Begini Kisah Sang Bintang Internet

Jimothy si Rakun Mungil Viral: Dari Google hingga Kaleng Bir, Begini Kisah Sang Bintang Internet

Suara Pecari, Jimothy, seekor rakun dengan kondisi langka bernama short spine syndrome, telah mencuri perhatian dunia dalam beberapa pekan terakhir. Dikenal karena tubuhnya yang bulat dan hampir tidak memiliki leher, Jimothy pertama kali menjadi sorotan setelah video dirinya berlari di taman Seattle diunggah di media sosial. Kini, popularitasnya meroket, bahkan sampai diabadikan dalam berbagai produk dan fitur digital.

Kisah Jimothy bermula ketika seorang warga Seattle, Kiana Hall, merekam hewan tersebut saat berjalan di sekitar lingkungannya. Dalam video, Jimothy tampak seperti ‘bola abu-abu berbulu dengan kaki panjang,’ menurut Kiana. Video itu viral di Instagram dan membuat Jimothy segera mendapat julukan sebagai ‘maskot tak resmi Seattle.’ Kondisi short spine syndrome yang dialaminya sangat jarang terjadi pada rakun, biasanya lebih sering ditemukan pada anjing dengan catatan hanya sekitar 150 ekor anjing di dunia yang tercatat memiliki kondisi serupa.

Setelah menjadi fenomena internet, berbagai pihak berebut memanfaatkan popularitas Jimothy. Google, misalnya, merilis animasi khusus di kolom pencarian mulai 22 Juli. Setiap kali pengguna mencari kata ‘Jimothy’ atau ‘Jimothy the raccoon,’ seekor rakun animasi kecil akan berlari melintasi layar. Fitur ini telah digunakan hampir 10 juta kali dalam dua hari pertama. Platform streaming Roku juga ikut merayakan dengan menyembunyikan Jimothy di screensaver ‘Roku City’. Wajah bulatnya muncul sebagai salah satu easter egg yang disambut gembira para pengguna.

Tak hanya di dunia digital, Tree House Brewing Company, sebuah pabrik bir di Massachusetts, merilis kaleng bir khusus bergambar Jimothy. Minuman edisi terbatas ini hanya tersedia di beberapa lokasi brewry dan langsung laris manis. CEO Tree House, Nathan Lanier, mengatakan bahwa desain kaleng tersebut merupakan penghormatan terhadap momen ringan yang menyatukan orang—dan Jimothy telah menjadi salah satu momen itu. Sebelumnya, mereka juga pernah membuat desain untuk Tom Brady dan sejarah Massachusetts Barat.

Respons dari berbagai institusi pun beragam. Badan Keamanan Transportasi AS (TSA) bahkan harus angkat bicara setelah para penggemar Jimothy berulang kali meminta agar rakun itu dijadikan anggota tim K9. Dalam unggahan di media sosial, TSA dengan tegas menyatakan bahwa Jimothy tidak memenuhi syarat—terlalu kecil untuk rompi ‘do not pet’ dan mereka tidak memiliki pelatih rakun. ‘Mohon berhenti bertanya,’ tulis mereka, disertai candaan di Instagram: ‘Kami ingin… tapi kami rakun tidak bisa. Maaf, Jimothy.’

Kepopuleran Jimothy juga meluas ke dunia game. Para penggemar telah membuat mod untuk Stardew Valley dan Skyrim yang menampilkan rakun menggemaskan ini. Bahkan Dungeons & Dragons menjadikannya karakter non-pemain resmi. Semua ini menunjukkan bahwa Jimothy telah menjadi ikon budaya pop musim panas ini, menginspirasi seni, meme, dan kebahagiaan di tengah berbagai berita berat.

Meskipun Jimothy hanyalah seekor rakun liar, kehadirannya berhasil menyatukan orang-orang dari berbagai usia dan latar belakang. Dengan tubuhnya yang unik dan tingkahnya yang lucu, ia mengingatkan kita bahwa kegembiraan bisa datang dari hal-hal kecil. Entah di kaleng bir, animasi Google, atau layanan streaming, Jimothy telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *