Hamil Besar, Adhisty Zara Akui Jadi Lebih Sensitif Jelang Kelahiran Anak Pertama

Hamil Besar, Adhisty Zara Akui Jadi Lebih Sensitif Jelang Kelahiran Anak Pertama

Suara PecariAdhisty Zara tengah menjalani masa kehamilan trimester ketiga dan mengakui bahwa kondisi ini membuatnya menjadi lebih sensitif secara emosional. Menjelang kelahiran anak pertamanya dengan sang suami, Abdullah Tsaqib, aktris muda ini merasakan perubahan yang signifikan dalam suasana hatinya.

Zara, mantan personel JKT48, mengungkapkan bahwa perubahan hormon selama kehamilan membuatnya lebih mudah tersentuh dan cepat terharu, terutama saat berhadapan dengan momen-momen yang mengharukan, termasuk saat menonton film terbaru yang dibintanginya, Rumah Singgah. Ia mengaku sudah mempersiapkan diri untuk menerima perasaan tersebut tanpa memaksakan atau menekan emosinya.

Perubahan Emosional yang Dialami Adhisty Zara

Dalam wawancara di Jakarta Selatan, Zara menjelaskan bahwa ia sering memberikan waktu untuk membiarkan perasaan dan emosinya mengalir dan habis dengan sendirinya. Ia menganggap penting untuk tidak menekan perasaan yang muncul, karena hal tersebut merupakan respons alami tubuh dan pikirannya selama kehamilan.

Emosi yang meledak saat menonton Rumah Singgah menjadi bukti nyata bagaimana kehamilan mempengaruhi kondisi psikologisnya. Meski sudah mengetahui cerita dan adegan film, Zara tetap larut dalam emosi, bahkan sempat menangis saat menyaksikan hasil akhirnya.

Persiapan Menjelang Persalinan dengan Hypnobirthing

Selain mengelola perasaan, Adhisty Zara dan Abdullah Tsaqib juga melakukan persiapan matang menjelang persalinan dengan mengikuti kelas privat hypnobirthing dan pendidikan persalinan. Kelas ini membantu keduanya memahami proses melahirkan secara komprehensif, mulai dari teori sampai praktik, serta mempersiapkan mental dan fisik agar lebih siap dan tenang menghadapi persalinan.

Hypnobirthing mengajarkan teknik relaksasi, napas terarah, afirmasi positif, dan visualisasi untuk mengurangi rasa takut dan tegang saat melahirkan. Konsep dasarnya adalah menggantikan bayangan negatif tentang persalinan dengan pikiran yang positif sehingga proses kelahiran dapat dijalani dengan lebih nyaman dan minim rasa panik.

Keterlibatan suami sebagai pendamping aktif juga menjadi bagian penting dalam kelas ini untuk mendukung kesiapan emosional dan fisik calon ibu. Zara dan Tsaqib serius menjalani setiap sesi sebagai bagian dari ikhtiar mereka menyambut buah hati dengan penuh kesiapan dan ketenangan.

Keterikatan Emosional dengan Film Rumah Singgah

Film Rumah Singgah juga memiliki makna khusus bagi Adhisty Zara karena ia mendedikasikan film tersebut untuk almarhum kakeknya, Acil Bimbo, yang meninggal saat ia tengah menjalani proses syuting. Hal ini menambah kedalaman emosionalnya saat menonton film tersebut, membuat pengalaman menonton menjadi lebih intens dan bermakna.

Perjalanan kehamilan dan persiapan persalinan yang dijalani Zara menunjukkan bagaimana seorang calon ibu menghadapi perubahan fisik dan psikologis secara matang serta penuh kesadaran. Kelas hypnobirthing dan pengelolaan emosi menjadi kunci penting dalam mendukung kesejahteraan ibu dan bayi menjelang kelahiran.

Dengan pendekatan yang holistik dan dukungan penuh dari pasangan, Adhisty Zara siap menyambut fase baru kehidupan sebagai ibu dengan kesiapan emosional dan fisik yang optimal.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *