Gelombang Demo Mahasiswa Mengguncang Jakarta dan Daerah, Hoaks dan Penangkapan Warnai Aksi

Gelombang Demo Mahasiswa Mengguncang Jakarta dan Daerah, Hoaks dan Penangkapan Warnai Aksi

Suara Pecari | Jakarta – Gelombang demo mahasiswa kembali mengguncang sejumlah kota di Indonesia pada pertengahan Juni 2026. Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas turun ke jalan menyuarakan tuntutan mulai dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga penolakan kenaikan harga BBM. Aksi yang berlangsung di Jakarta, Bandung, Samarinda, dan daerah lainnya ini diwarnai dengan berbagai insiden, termasuk penyebaran hoaks dan penangkapan sejumlah peserta.

Di Jakarta, demo mahasiswa berpusat di kawasan Patung Kuda dan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Ma’shum Imawan, menegaskan akan menggelar aksi lanjutan dengan mengajak berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat. Sementara itu, kelompok mahasiswa PMII Cabang Jakpus tetap bertahan di area Patung Kuda hingga petang, membawa tuntutan evaluasi total program MBG. Aparat kepolisian menerjunkan 4.576 personel untuk mengamankan aksi di lima titik rawan di Jakarta. Arus lalu lintas di sekitar Patung Kuda dan Jalan Medan Merdeka Selatan sempat tersendat dan dialihkan.

Di Bandung, seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ditahan polisi setelah mengikuti demo mahasiswa di depan DPRD Jawa Barat. Pihak kampus membenarkan penahanan tersebut dan menyebut mahasiswa bersangkutan ikut aksi tanpa koordinasi dengan BEM UPI. Kabar penahanan tiga mahasiswa dari UPI, Unisba, dan UKRI sempat viral di media sosial, namun hingga berita ini diturunkan hanya satu yang masih dalam proses pendalaman.

Sementara itu, di Samarinda, Kalimantan Timur, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Kaltim menggelar aksi di Simpang Jembatan Mahakam, Kamis (18/6/2026) petang. Aksi yang menuntut penolakan kenaikan BBM ini menyebabkan kemacetan panjang di jembatan utama kota tersebut. Massa membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat dan daerah, sementara aparat kepolisian berjaga untuk mengamankan jalannya aksi.

Fenomena hoaks juga tak terhindarkan. Cek Fakta Liputan6.com mengungkap adanya video palsu yang diklaim sebagai situasi demo mahasiswa UI di Jakarta pada 12 Juni 2026. Video tersebut menampilkan kerumunan dengan latar bangunan bertuliskan “ABSOLUTFIT” dan kepulan asap, namun faktanya adalah hoaks. Publik diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu yang dapat memecah belah persatuan.

Di sisi lain, pemerintah melalui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membantah adanya kesepakatan tenggat waktu 5×24 jam yang diberikan mahasiswa. Istana Wapres menegaskan keterbukaan terhadap kritik dan masukan, namun tidak ada kesepakatan tertulis mengenai batas waktu tersebut. BEM Bersatu juga mengkritisi sejumlah aksi yang dinilai berpotensi ditunggangi kepentingan politik praktis.

Demo mahasiswa ini menunjukkan bahwa aspirasi generasi muda masih kuat, namun di sisi lain rentan terhadap penyebaran hoaks dan potensi politisasi. Masyarakat diharapkan tetap kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan