Baru Sehari Dilantik, Ketut Sumedana Langsung ke Kejagung untuk Perkuat Pengawasan Program MBG
Suara Pecari, Jakarta – Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Ketut Sumedana, langsung bergerak cepat pada hari pertama tugasnya. Rabu (22/7/2026), sehari setelah resmi dilantik berdasarkan Keputusan Presiden, ia mendatangi Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memperkuat sinergi pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kehadiran Ketut Sumedana di Kejagung disambut oleh Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi. Meski mengaku kunjungan tersebut bersifat silaturahmi dengan rekan satu angkatan, Ketut Sumedana menegaskan bahwa kolaborasi erat dengan Kejagung akan menjadi kunci dalam memperbaiki tata kelola program unggulan pemerintah tersebut.
“Kami akan menggunakan data dan temuan dari penyidik untuk perbaikan BGN ke depannya,” ujar Ketut Sumedana di lokasi. Ia menekankan bahwa pengawasan yang ketat diperlukan agar program MBG benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Langkah ini diambil di tengah proses hukum yang tengah berjalan di Kejagung terkait dugaan korupsi dalam pengelolaan MBG. Kejagung telah menetapkan tujuh tersangka, termasuk mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan sejumlah pejabat lainnya. Meskipun demikian, Ketut Sumedana menegaskan bahwa perannya di BGN tidak berkaitan langsung dengan penanganan kasus korupsi tersebut, melainkan fokus pada pencegahan dan perbaikan sistem pengawasan ke depan.
Ketut Sumedana bukan wajah baru di dunia hukum dan pemerintahan. Sebelum menjabat di BGN, ia dikenal sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung yang kerap menjadi juru bicara dalam konferensi pers. Pengalaman panjangnya selama 28 tahun di kejaksaan, termasuk pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bali dan Sumatera Selatan, menjadi modal berharga dalam mengawal program MBG yang menyasar jutaan penerima manfaat.
Pelantikan Ketut Sumedana merupakan bagian dari perombakan besar-besaran di tubuh BGN. Bersama empat pejabat eselon I lainnya, ia dilantik oleh Kepala BGN yang baru, Sudaryono, yang menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Dalam rapat perdana yang dipimpin Sudaryono, seluruh jajaran baru berkomitmen untuk bekerja cepat dan transparan.
Kolaborasi antara BGN dan Kejagung diharapkan dapat menciptakan sistem pengawasan yang lebih ketat dan akuntabel. Data dari penyelidikan dugaan korupsi akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan prosedur, mulai dari penyaluran makanan hingga pemantauan di lapangan. Dengan pengalaman dan jaringan luas yang dimiliki Ketut Sumedana, optimisme pun muncul bahwa program MBG dapat berjalan lebih efektif dan bebas dari penyimpangan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah dan ibu hamil. Dengan adanya pengawasan yang diperkuat, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










