Polusi Jakarta Disorot Saat Laga AC Milan vs Chelsea, Pramono Siapkan Hujan Buatan

Polusi Jakarta Disorot Saat Laga AC Milan vs Chelsea, Pramono Siapkan Hujan Buatan

Suara Pecari, Jakarta – Polusi udara di Jakarta menjadi perhatian publik saat pertandingan pramusim Indonesia Super Cup 2026 antara AC Milan dan Chelsea berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Langit Jakarta yang terlihat keabu-abuan akibat polusi udara menarik sorotan dari warganet dan pengamat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kondisi polusi tersebut dipengaruhi oleh kemarau panjang yang membuat wilayah Jakarta dan sekitarnya sudah lama tidak diguyur hujan. Ia menyampaikan bahwa Pemprov DKI tengah menyiapkan opsi untuk melakukan hujan buatan sebagai solusi mengatasi polusi udara saat kondisi awan memungkinkan.

“Walaupun kemarin ketika Chelsea lawan AC Milan salah satu keluhan adalah masalah polusi karena terlalu lama tidak pernah hujan,” ujar Pramono usai menghadiri Jakarta Asset Forum & Expo (JAFEX) 2026 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Pramono juga menambahkan, “Kami sedang menyiapkan hujan buatan, mudah-mudahan awannya ada, begitu awannya ada kami segera membuat hujan buatan untuk Jakarta dan sekitarnya.” Langkah ini diharapkan dapat membantu menurunkan kadar polusi udara yang selama ini menjadi permasalahan di ibu kota.

Upaya Mengurangi Polusi Melalui Transportasi Umum

Selain solusi hujan buatan, Pemprov DKI juga mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum sebagai salah satu cara mengurangi polusi udara. Data penggunaan moda transportasi umum di Jakarta menunjukkan peningkatan signifikan.

  • TransJakarta meningkat hampir 15 persen.
  • MRT mengalami kenaikan hampir 23 persen.
  • LRT naik sekitar 12 persen.

Peningkatan ini didorong oleh kebijakan menjaga tarif transportasi umum tetap terjangkau, serta pemberian layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat tertentu. Saat ini, konektivitas transportasi umum di Jakarta telah mencapai lebih dari 93 persen dengan tingkat pemanfaatan meningkat dari sekitar 23 persen menjadi lebih dari 31 persen.

Perspektif Pemerintah Pusat tentang Polusi Udara

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turut menyoroti permasalahan polusi udara di Jakarta. AHY menekankan pentingnya pemerintah terus mencari solusi untuk mengurangi polusi yang terutama berasal dari aktivitas transportasi.

Menurutnya, peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik merupakan langkah strategis. Kementerian Koordinator juga tengah menyusun roadmap dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari target nasional mencapai net zero emission pada 2060.

Konteks Laga AC Milan vs Chelsea dan Dampaknya

Selain isu polusi, pertandingan antara AC Milan dan Chelsea menjadi sorotan karena merupakan bagian dari persiapan pramusim kedua klub. Namun, kondisi polusi yang terlihat di media sosial menimbulkan kekhawatiran tentang kualitas udara di Jakarta yang bisa berdampak pada kesehatan dan kenyamanan warga serta pengunjung.

Situasi ini menegaskan perlunya penanganan serius terhadap polusi udara, khususnya di kota besar seperti Jakarta. Upaya kolaboratif antara pemerintah daerah dan pusat, serta dukungan masyarakat dalam beralih ke transportasi ramah lingkungan, menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini.

Langkah lanjutan seperti hujan buatan yang disiapkan oleh Pemprov DKI diharapkan dapat menjadi solusi sementara hingga upaya pengurangan polusi melalui transportasi dan kebijakan lain berjalan optimal.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *