Persiraja Tahan Imbang 2-2 Garudayaksa, Poin Penting Gagal Tingkatkan Posisi

Dian Pranata
Persiraja Tahan Imbang 2-2 Garudayaksa, Poin Penting Gagal Tingkatkan Posisi

Suara Pecari – 20 April 2026 | Persiraja Banda Aceh dan Garudayaksa FC berbagi angka tiga poin setelah pertandingan berakhir imbang 2-2 pada Minggu, 19 April 2026. Kedua tim bertemu di Stadion H Dimurthala, Aceh, dalam pekan ke-25 Grup Barat Championship 2025/2026.

Garudayaksa membuka keunggulan lewat gol Frydek pada menit ke-23. Gol tersebut menandai awal dominasi tim milik Prabowo Subianto.

Pada babak pertama, Persiraja sempat tertinggal 0-1 akibat krisis lini tengah yang menghambat aliran serangan. Namun, pelatih mengubah taktik dengan menurunkan penyerang cepat.

Faris Adit menyamakan kedudukan untuk Persiraja melalui tendangan jarak menengah pada menit ke-55. Gol tersebut memicu semangat tim tuan rumah.

Tak lama setelah itu, Aditya Angga menambah keunggulan Persiraja lewat penyelesaian di dalam kotak penalti pada menit ke-68. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-1 untuk Persiraja.

Garudayaksa berhasil menyamakan kedudukan kembali lewat eksekusi tendangan bebas pada menit ke-77. Skor akhir 2-2 menutup pertandingan dengan ketegangan.

Dengan hasil ini, Garudayaksa tetap berada di posisi kedua klasemen Grup Barat dengan total 46 poin. Sementara Persiraja naik ke posisi keempat, mengumpulkan 40 poin.

Posisi puncak klasemen masih dikuasai oleh Adhyaksa-Sumsel United yang mempertahankan keunggulan setelah laga sebelumnya. Garudayaksa masih berada satu poin di belakang pemuncak.

Suporter Persiraja mengungkapkan kekecewaan mereka dengan menyanyikan “MBG” dan menyoroti kepemimpinan wasit. Mereka menilai keputusan beberapa keputusan kontroversial mempengaruhi alur pertandingan.

Seorang pendukung mengungkapkan, “Kami harap otoritas sepak bola memberi perhatian pada kualitas kepelatihan wasit, karena keputusan yang tidak konsisten merugikan tim kami.”

Krisis lini tengah yang dialami Persiraja di babak pertama dipicu oleh kehilangan penguasaan bola di zona defensif. Perubahan formasi menjadi 4-3-3 membantu mengembalikan keseimbangan.

Pelatih Persiraja menilai, “Kami harus lebih disiplin dalam transisi dan memanfaatkan kecepatan pemain sayap untuk membuka ruang.”

Garudayaksa, yang dimiliki oleh politisi Prabowo Subianto, tetap menargetkan gelar juara musim ini. Meskipun gagal meraih kemenangan, tim menunjukkan konsistensi poin penting.

Kegagalan meraih tiga poin menambah tekanan pada Garudayaksa untuk meningkatkan performa di sisa pertandingan. Mereka harus menutup selisih poin dengan Adhyaksa-Sumsel United.

Di sisi lain, PSMS berhasil mengamankan keselamatan dari degradasi pada pekan yang sama. Kemenangan mereka menambah dinamika persaingan di zona aman.

Setelah pertandingan, klasemen Grup Barat menampilkan Adhyaksa-Sumsel United di puncak, diikuti Garudayaksa di posisi kedua, dan Persiraja di posisi keempat. Pertarungan poin di antara tiga tim teratas diprediksi semakin ketat.

Persiraja kini akan beralih menghadapi lawan berikutnya dalam grup yang sama, dengan target mengumpulkan tiga poin untuk memperkuat posisi klasemen. Tim berharap dapat memanfaatkan momentum comeback.

Garudayaksa dijadwalkan melawan tim rival di pekan berikutnya, di mana mereka harus meraih kemenangan untuk menutup jarak dengan pemuncak. Tekanan pada pelatih dan pemain semakin besar.

Secara keseluruhan, pertandingan berakhir dengan drama gol, protes suporter, dan implikasi klasemen yang signifikan. Kedua tim kini menatap sisa musim dengan tantangan masing-masing.

Tinggalkan Balasan