Hector Bellerín Cetak Gol Penyeimbang di Injury Time, Real Madrid Gagal Raih Tiga Poin di Sevilla
Suara Pecari – 25 April 2026 | Hector Bellerín, bek sayap Real Betis, menutup skor 1-1 melawan Real Madrid pada menit tambahan babak kedua di Stadion de La Cartuja, Sevilla, pada Jumat (24/4/2026). Gol tersebut menghentikan upaya Los Blancos untuk mengamankan tiga poin penuh.
Real Madrid membuka keunggulan lewat Vinícius Júnior pada menit ke-17 setelah memanfaatkan rebound tembakan Federico Valverde. Gol awal memberi harapan bagi Madrid dalam perburuan gelar.
Setelah gol pertama, Madrid terus menekan pertahanan Betis, dengan Jude Bellingham dan Kylian Mbappé menciptakan peluang berbahaya. Kedua peluang tersebut berhasil digagalkan oleh kiper Alvaro Valles.
Betis menanggapi dengan serangan balik, menempatkan tekanan pada lini belakang Madrid. Penyelamatan penting dilakukan oleh Andriy Lunin, yang menepis tembakan Antony dan Cedric Bakambu.
Pada babak pertama, Betis sempat menekan, namun belum mampu memecah kebuntuan. Kedua tim masuk jeda istirahat dengan skor 0-0.
Babak kedua dimulai dengan inisiatif serangan Madrid, namun Valles kembali menahan tembakan keras dari pemain tengah Betis. Sementara itu, Mbappé hampir mencetak gol, namun dinyatakan offside.
Di menit 70-an, Real Madrid meningkatkan intensitas serangan, dengan Vinícius Júnior kembali berusaha mencetak gol kedua. Namun, pertahanan Betis tetap solid.
Menjelang akhir pertandingan, Betis mendapatkan kesempatan setelah bola liar di dalam kotak penalti. Bellerín memanfaatkan rebound tersebut untuk mengeksekusi tembakan ke sudut atas gawang.
Gol Bellerín tercipta pada menit 90+4, mengembalikan kedudukan Betis menjadi imbang. Gol tersebut menambah tekanan pada Madrid yang tak mampu menambah gol tambahan.
Setelah gol penyeimbang, kedua tim berusaha mencari gol kemenangan, tetapi tidak ada lagi yang tercipta. Wasit menutup pertandingan dengan hasil 1-1.
Hasil imbang ini menambah poin Real Madrid menjadi 74, masih tertinggal delapan poin dari pemimpin klasemen sementara, Barcelona. Sementara Betis kini mengumpulkan 50 poin, berada di peringkat kelima.
Kekalahan ini menghambat upaya Madrid mengurangi jarak dengan Barcelona, yang masih memiliki peluang memperlebar selisih menjadi 11 poin jika menang melawan Getafe. Pertandingan selanjutnya bagi Barcelona menjadi krusial.
Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, menilai performa tim cukup baik namun menyesal tidak dapat mempertahankan keunggulan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam sisa musim.
Sementara itu, pelatih Betis, Manuel Pellegrini, memuji ketangguhan timnya dalam mengatasi tekanan lawan. Ia menyoroti peran Bellerín yang memberikan kontribusi penting di lini pertahanan dan serangan.
Bellerín, yang sebelumnya bermain untuk Barcelona, mengungkapkan kebahagiaannya atas gol penting tersebut. “Saya senang bisa membantu tim di momen krusial,” katanya dalam konferensi pers singkat.
Para pemain Madrid mengakui bahwa gol Bellerín menambah tekanan mental pada mereka. Vinícius Júnior menyatakan bahwa tim harus belajar dari kekalahan ini.
Statistik pertandingan menunjukkan kepemilikan bola hampir seimbang, dengan Madrid sedikit lebih tinggi. Namun, tembakan ke gawang Madrid lebih banyak namun kurang akurat.
Analisis taktik menunjukkan Betis menutup ruang di area penalti, memaksa Madrid menembak dari jarak jauh. Hal ini menjadi faktor penting dalam menahan serangan Madrid.
Gol Bellerín menjadi gol ke-10 dalam karirnya bersama Betis sejak pindah pada Januari 2024. Ia kini menambah reputasinya sebagai pemain serbaguna.
Dengan hasil ini, Real Betis tetap berada di zona empat besar, namun masih jauh dari posisi juara. Mereka harus terus mengumpulkan poin untuk mengamankan tempat di Liga Champions.
Real Madrid, di sisi lain, harus meningkatkan efisiensi serangan di laga-laga berikutnya. Kekurangan dalam menyelesaikan peluang menjadi sorotan utama.
Penonton di stadion menilai pertandingan berlangsung sengit dan menghibur. Kedua tim menunjukkan komitmen tinggi hingga akhir.
Keputusan wasit mengenai klaim penalti pada tangan Brahim Díaz tidak memberikan keuntungan bagi Betis. Keputusan tersebut menambah kontroversi dalam pertandingan.
Setelah pertandingan, Bellerín kembali ke ruang ganti bersama rekan-rekannya. Suasana di ruangan tersebut tampak penuh semangat.
Madrid mengakhiri malam dengan evaluasi taktik dan persiapan untuk pertandingan selanjutnya melawan Sevilla. Tim berencana memperbaiki transisi pertahanan-ke-penyerangan.
Betis, dengan hasil imbang ini, menargetkan peningkatan poin di pertandingan berikutnya melawan Villarreal. Mereka berharap momentum positif terus berlanjut.
Media sosial dipenuhi komentar positif terhadap gol Bellerín yang dianggap heroik. Penggemar Betis merayakan gol tersebut sebagai bukti ketangguhan tim.
Secara keseluruhan, pertandingan ini memperlihatkan betapa tipisnya margin antara kemenangan dan kebobolan dalam sepak bola top. Gol pada menit tambahan menjadi penentu utama.
Dengan 33 pertandingan dalam satu musim, Real Madrid masih memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan. Namun, setiap poin menjadi semakin berharga menjelang akhir kompetisi.
Hector Bellerín kini menambah satu babak penting dalam karirnya di La Liga, memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di Real Betis. Golnya menegaskan nilai tambahnya bagi tim.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







