Álvaro Fidalgo: Dari Asturias ke Azteca, Sang Maestro Spanyol yang Membela Mexico di Piala Dunia 2026

Álvaro Fidalgo: Dari Asturias ke Azteca, Sang Maestro Spanyol yang Membela Mexico di Piala Dunia 2026

Suara Pecari | Álvaro Fidalgo menjadi sorotan utama saat Piala Dunia 2026 dibuka. Pemain kelahiran Asturias, Spanyol, ini justru memperkuat Timnas Meksiko dan menjadi motor permainan dalam kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan di Estadio Azteca. Keputusan Álvaro Fidalgo untuk membela Meksiko menuai beragam reaksi, namun ia dengan tegas menyatakan kebanggaannya.

“Entah mengapa hal ini terasa aneh bagi sebagian orang, tapi bagi saya, membela Meksiko adalah kehormatan besar,” ujar Álvaro Fidalgo dalam wawancara dengan DAZN setelah pertandingan. “Saya tumbuh di sini, saya menjadi pemain sepak bola di sini. Tidak ada cara yang lebih baik untuk membalas cinta yang saya terima selain dengan memberikan segalanya di lapangan.”

Perjalanan Álvaro Fidalgo ke timnas Meksiko dimulai saat ia bergabung dengan Club América pada 2021 atas ajakan pelatih Santiago Solari. Di sana, ia berkembang menjadi gelandang serba bisa dan menjadi bagian penting dari era keemasan América, memenangkan tiga gelar liga berturut-turut, satu Supercopa, dan dua Campeón de Campeones. Performa gemilangnya membawanya ke Real Betis pada musim panas 2025, namun kecintaannya pada Meksiko tetap membara.

Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, tidak ragu menempatkan Álvaro Fidalgo sebagai gelandang sentral dalam formasi 4-3-3. Hasilnya, ia menjadi pengatur tempo permainan, distributor bola, dan bahkan nyaris mencetak gol sebelum ditarik keluar pada menit ke-66 mendapat tepuk tangan meriah dari 80.000 penonton. “Dia adalah pemain yang cerdas, dengan visi luar biasa. Dia adalah otak dari tim ini,” puji Aguirre.

Keputusan Álvaro Fidalgo untuk membela Meksiko juga mendapat restu dari pelatih Spanyol, Luis de la Fuente. “Fidalgo pernah membela timnas muda Spanyol. Saya memiliki penilaian yang sangat baik tentang dirinya. Kami senang dia bermain dan menikmati sepak bola di Meksiko,” ujar De la Fuente.

Álvaro Fidalgo sendiri mengakui bahwa momen debutnya di Piala Dunia adalah mimpi yang menjadi kenyataan. “Saya tidak akan pernah melupakan hari ini. Bermain di Azteca, dengan atmosfer seperti ini, adalah pengalaman yang tak tergantikan,” katanya sambil menahan haru. “Saya berutang banyak pada Meksiko. Negara ini memberi saya segalanya.”

Kemenangan atas Afrika Selatan menjadi awal yang sempurna bagi Meksiko di Piala Dunia 2026. Gol-gol dicetak oleh Julián Quiñones (menit ke-9) dan Raúl Jiménez (menit ke-66), yang juga merupakan produk akademi América. Jiménez, yang mencetak gol pertamanya di Piala Dunia setelah tiga edisi sebelumnya minim menit bermain, mendedikasikan gol tersebut untuk almarhum ayahnya.

Álvaro Fidalgo menegaskan bahwa ia akan terus berjuang untuk membalas budi pada Meksiko. “Saya akan memberikan hidup saya di lapangan untuk negara ini. Ini adalah rumah saya,” tutupnya. Dengan performa seperti ini, Álvaro Fidalgo diprediksi akan menjadi salah satu bintang yang bersinar di Piala Dunia 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan