Raphinha Akui Lebih Matang Hadapi Piala Dunia 2026, Skuad Brasil Makin Solid di Bawah Ancelotti

Raphinha Akui Lebih Matang Hadapi Piala Dunia 2026, Skuad Brasil Makin Solid di Bawah Ancelotti

Raphinha: Pengalaman Empat Tahun Terakhir Ubah Mentalitas Saya

Suara Pecari | Jakarta – Penyerang timnas Brasil, Raphinha, mengaku dirinya jauh lebih matang dan siap menghadapi Piala Dunia 2026 dibanding edisi sebelumnya. Pengalaman bermain di level tertinggi bersama Barcelona dan tekanan yang dihadapi di klub raksasa Spanyol itu telah membentuk mentalitasnya menjadi lebih kuat. “Saya merasa jauh lebih matang pada Piala Dunia kali ini,” kata Raphinha seperti dikutip laman The Scottish Sun, Kamis, 11 Juni 2026.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Raphinha masih dalam masa transisi. Ia baru bergabung dengan Barcelona pada musim panas 2022 setelah meninggalkan Leeds United. Saat itu, ia juga belum sepenuhnya mapan di timnas Brasil. Kondisi tersebut membuatnya belum bisa tampil maksimal. “Saya masih beradaptasi dengan tim nasional dan klub baru. Tekanannya sangat besar,” kenang pemain berusia 29 tahun itu.

Kini, setelah empat tahun membela Barcelona dan menjadi bagian penting skuad Brasil, Raphinha merasa beban psikologisnya berkurang drastis. Ia menyebut tekanan tahun ini tidak sebesar sebelumnya. “Saya lebih percaya diri karena sudah banyak belajar. Saya tahu apa yang harus dilakukan di lapangan,” ujarnya.

Peran Vital di Barcelona dan Timnas

Sejak bergabung dengan Barcelona pada 2022, Raphinha telah menjadi salah satu pemain kunci di lini serang. Musim 2025/2026 ia mencatatkan 15 gol dan 12 assist di semua kompetisi. Performa apiknya berlanjut di timnas Brasil, di mana ia menjadi andalan di sisi sayap. Pelatih Carlo Ancelotti pun memberikan kepercayaan penuh kepadanya.

“Raphinha adalah pemain yang sangat profesional. Ia selalu bekerja keras dan punya kemampuan teknis di atas rata-rata. Saya senang dengan perkembangannya,” ujar Ancelotti dalam konferensi pers jelang Piala Dunia.

Suasana Positif di Bawah Asuhan Carlo Ancelotti

Raphinha juga memuji kondisi skuad Brasil saat ini. Menurutnya, tim berkembang dengan baik di bawah pelatih Carlo Ancelotti. Suasana tim sangat positif dan semua pemain saling mendukung. “Saya siap, saya senang dengan tim ini dan Ancelotti. Kami punya chemistry yang bagus,” ungkap Raphinha.

Ancelotti, yang menangani Brasil sejak 2024, berhasil membawa angin segar. Gaya kepelatihannya yang tenang dan pengalamannya menangani klub-klub besar seperti AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Real Madrid, dan Everton membuatnya dihormati para pemain. Brasil pun tampil perkasa di kualifikasi dengan catatan 8 kemenangan, 2 imbang, dan tanpa kekalahan.

Jadwal Brasil di Grup C Piala Dunia 2026

Brasil tergabung di Grup C bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Mereka akan memulai laga di Stadion MetLife, New Jersey. Berikut jadwal lengkap fase grup Brasil:

TanggalPertandinganStadion
13 Juni 2026Brasil vs MarokoMetLife Stadium, New Jersey
19 Juni 2026Brasil vs HaitiMercedes-Benz Stadium, Atlanta
24 Juni 2026Skotlandia vs BrasilSoFi Stadium, Los Angeles

Brasil menargetkan lolos ke babak 32 besar, yang merupakan babak gugur pertama dengan format baru 48 tim. Target minimal adalah semifinal, namun publik Brasil tentu berharap lebih: gelar juara keenam.

Analisis Kekuatan Grup C

Grup C terbilang cukup berat bagi Brasil. Maroko, yang menjadi semifinalis Piala Dunia 2022, adalah lawan tangguh di laga pembuka. Haiti, meski dianggap underdog, memiliki pemain-pemain cepat dan fisik kuat. Skotlandia, yang lolos lewat play-off, juga tidak bisa diremehkan dengan gaya bermain agresif khas Britania.

Namun, dengan skuad bertabur bintang seperti Vinícius Júnior, Rodrygo, dan tentu saja Raphinha, Brasil tetap dijagokan sebagai juara grup. Ancelotti diprediksi akan menerapkan formasi 4-3-3 yang fleksibel, dengan Raphinha sebagai salah satu sayap utama.

Dampak dan Implikasi bagi Sepak Bola Brasil

Kepercayaan diri Raphinha yang meningkat bisa menjadi faktor pembeda bagi Brasil. Di Piala Dunia 2022, Brasil tersingkir di perempat final setelah kalah adu penalti dari Kroasia. Kurangnya pengalaman pemain muda seperti Raphinha saat itu dianggap sebagai salah satu penyebab.

Kini, dengan mental yang lebih matang, Raphinha diharapkan mampu menjadi leader di lapangan. Hal ini juga berdampak positif bagi regenerasi pemain Brasil. Kehadiran pemain senior seperti Raphinha yang telah malang melintang di Eropa bisa menjadi mentor bagi pemain muda seperti Endrick atau Vitor Roque.

Di sisi lain, performa Brasil di Piala Dunia 2026 juga akan memengaruhi persepsi terhadap Ancelotti. Pelatih asal Italia itu sebelumnya sukses di level klub, namun belum pernah menangani tim nasional. Jika ia mampu membawa Brasil juara, maka statusnya sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang masa akan semakin kokoh.

Penutup: Raphinha dan Skuad Samba Siap Mengguncang Dunia

Piala Dunia 2026 menjadi ajang pembuktian bagi Raphinha dan generasi emas Brasil. Dengan pengalaman, mentalitas matang, dan dukungan pelatih sekelas Ancelotti, Brasil layak diperhitungkan. Raphinha sendiri sudah tidak sabar untuk berlaga. “Saya sudah tidak sabar. Kami siap memberikan yang terbaik untuk negara,” pungkasnya. Kini, semua mata tertuju ke Amerika Serikat, di mana Brasil akan memulai perjalanan panjang menuju tahta juara dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan