Mehdi Taremi Bongkar Nasib Miris Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Akui Seperti Bencana

Mehdi Taremi Bongkar Nasib Miris Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Akui Seperti Bencana

Suara Pecari | Mehdi Taremi bongkar nasib miris timnas Iran di Piala Dunia 2026, akui seperti bencana. Kapten timnas Iran itu tak kuasa menahan frustrasi atas berbagai kendala yang dialami timnya di Amerika Serikat. Mulai dari masalah visa, larangan menetap, hingga kelelahan akibat perjalanan bolak-balik Meksiko-AS, semua membuat perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 terasa seperti bencana.

Dalam pernyataannya setelah laga imbang 2-2 melawan Selandia Baru, Taremi mengungkapkan bahwa timnya harus bertanding tanpa dukungan penuh. Staf pelatih tidak lengkap, bahkan presiden federasi pun tidak hadir. “Ini seperti bencana,” ujarnya getir. Mehdi Taremi bongkar nasib miris timnas Iran di Piala Dunia 2026, akui seperti bencana yang tak kunjung usai.

Salah satu masalah terbesar adalah visa. Pemain Mehdi Torabi tidak bisa masuk AS setelah visa satu kali masuknya habis usai laga pertama. Ia terancam absen melawan Belgia. Selain itu, sekitar 15 anggota delegasi Iran tidak mendapat visa. Tim pun harus bermarkas di Tijuana, Meksiko, dan bolak-balik ke AS untuk setiap pertandingan. Kondisi ini membuat pemain kelelahan, seperti diakui Mohammed Mohebi. “Kami lelah, hamstring, punggung, semua sakit,” katanya.

Iran sudah memilih Tucson, Arizona sebagai basis, namun rencana gagal karena visa. Akhirnya mereka berlatih di Tijuana dan harus menempuh perjalanan panjang sebelum laga. Keterlambatan saat menuju stadion juga terjadi akibat proses imigrasi. Semua ini menambah daftar panjang penderitaan timnas Iran di Piala Dunia 2026.

Mehdi Taremi bongkar nasib miris timnas Iran di Piala Dunia 2026, akui seperti bencana yang tidak hanya dialami dirinya, tetapi seluruh tim. Ia menegaskan bahwa ini bukan sekadar pertandingan, melainkan perjuangan mempertahankan martabat di tengah keterbatasan. Meski demikian, Iran berhasil menahan imbang Selandia Baru dan masih berpeluang lolos ke babak berikutnya.

Federasi Sepak Bola Iran berupaya mengurus visa baru untuk Torabi dan anggota tim lainnya. Namun hingga kini belum ada kepastian. Sementara itu, jadwal padat menanti: Iran akan menghadapi Belgia pada 22 Juni di Los Angeles dan Mesir pada 27 Juni di Seattle. Dengan segala masalah ini, perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 benar-benar menjadi ujian berat. Mehdi Taremi bongkar nasib miris timnas Iran di Piala Dunia 2026, akui seperti bencana yang harus dihadapi dengan tekad baja.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan