Austria Kalahkan Yordania 3-1 di Piala Dunia 2026, Romano Schmid Buka Keunggulan dengan Tembakan Keras
Suara Pecari | Tim nasional Austria sukses memulai petualangan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Yordania dalam laga perdana Grup J yang digelar di Stadion Levi’s, Santa Clara, California, Rabu (17/6) waktu setempat. Kemenangan ini menjadi penantian panjang bagi Austria yang sudah 36 tahun tidak merasakan kemenangan di ajang Piala Dunia, sejak mengalahkan Amerika Serikat pada 1990.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Yordania yang tampil sebagai debutan langsung memberikan kejutan dengan serangan balik cepat yang mengancam gawang Austria. Namun, Austria perlahan menguasai permainan dan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-21. Adalah Romano Schmid yang menjadi pahlawan dengan tembakan keras dari luar kotak penalti yang melesat ke pojok atas gawang Yordania. Gol tersebut merupakan gol pertama Romano Schmid di Piala Dunia dan menjadi momentum penting bagi Austria.
Memasuki babak kedua, Yordania tidak tinggal diam. Mereka menyamakan kedudukan pada menit ke-50 melalui aksi gemilang Ali Olwan yang melepaskan tembakan indah setelah memotong dari sisi kiri, bola melambung masuk setelah mengenai tiang jauh. Kedudukan menjadi 1-1 dan pertandingan semakin menarik.
Pelatih Austria kemudian melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Marko Arnautovic pada awal babak kedua menggantikan Sasa Kalajdzic yang cedera. Keputusan ini terbukti tepat. Arnautovic yang berusia 37 tahun menjadi pembeda dengan memberikan tekanan kepada pertahanan Yordania. Pada menit ke-76, umpan pojok Marcel Sabitzer mengenai pemain belakang Yordania, Yazan Al-Arab, dan masuk ke gawang sendiri. Austria kembali unggul 2-1.
Di masa tambahan waktu yang panjang, Arnautovic memastikan kemenangan dengan mengeksekusi penalti pada menit ke-90+12 setelah pemain Yordania melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Skor 3-1 bertahan hingga akhir pertandingan.
Meski menang, statistik menunjukkan pertandingan cukup berimbang. Austria menguasai 63% penguasaan bola, namun Yordania melepaskan 11 tembakan berbanding 10 milik Austria. Gol pembuka Romano Schmid menjadi sorotan karena dihasilkan dari tembakan jarak jauh yang spektakuler. Peran Romano Schmid sebagai gelandang serang sangat vital dalam skema permainan Austria, dan ia dinobatkan sebagai salah satu pemain terbaik dalam laga ini.
Kemenangan ini mengakhiri kutukan pertandingan pertama bagi Austria yang terakhir kali menang di laga pembuka Piala Dunia pada 1982. Sekarang Austria berada di posisi kedua Grup J dengan tiga poin, sama dengan Argentina yang juga menang 3-0 atas Aljazair. Namun, Argentina unggul selisih gol.
Konrad Laimer, gelandang Austria, mengakui pertandingan sangat sulit. “Kami tahu ini akan menjadi laga berat. Yang penting adalah mentalitas seluruh tim. Kami tidak pernah menyerah dan terus berjuang hingga akhir,” ujarnya.
Bagi Yordania, kekalahan ini tidak memupus harapan. Mereka tampil percaya diri dan mampu merepotkan Austria, terutama dengan kecepatan sayap Mousa Al-Tamari dan Ali Olwan. Debut mereka di Piala Dunia memberikan pengalaman berharga.
Pertandingan selanjutnya, Austria akan menghadapi Aljazair, sementara Yordania akan berhadapan dengan Argentina. Kedua tim masih memiliki peluang untuk lolos ke babak berikutnya.
Kemenangan ini menjadi awal yang manis bagi Austria dalam misi mereka di Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun. Dukungan penuh dari para penggemar dan performa impresif pemain seperti Romano Schmid menjadi modal berharga untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











