Drogbas ‘Selfish’ Dukung Salah Gabung Chelsea, Sementara Komentar Kasar Soal Laga Timnas Pantai Gading

Drogbas 'Selfish' Dukung Salah Gabung Chelsea, Sementara Komentar Kasar Soal Laga Timnas Pantai Gading

Suara Pecari | Pelatih legendaris Chelsea, Didier Drogba, kembali mencuri perhatian dua benua berbeda. Di Eropa, mantan bintang timnas Pantai Gading itu secara terbuka mendesak Mohamed Salah untuk kembali ke Stamford Bridge. Sementara di Amerika Utara, Drogba mengkritik keputusan wasit yang dianggap merugikan timnas Pantai Gading pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Salah, yang resmi menjadi pemain bebas pada 1 Juli 2026 setelah mengakhiri kontrak di Liverpool 12 bulan lebih awal, disebut-sebut sebagai prioritas transfer Chelsea di bursa musim panas. Drogba, yang pensiun sebagai pemain pada 2018, mengungkapkan keinginannya yang “terlalu egois” agar penyerang Mesir itu kembali ke Liga Inggris. “Jika saya mengikuti hati, saya akan menyarankan Salah meninggalkan Liverpool dan kembali ke Chelsea. Tapi saya tahu itu bukan keputusannya,” kata Drogba dalam wawancara dengan Al-Axis TV beberapa waktu lalu.

Perjalanan Salah di Liverpool memang patut diapresiasi. Dengan 257 gol di semua kompetisi, penyerang 34 tahun itu menjadi bagian tak terpisahkan dari era kejayaan Reds yang memenangkan dua gelar Liga Inggris dan satu Liga Champions. Meski mengalami konflik terbuka dengan manajer Arne Slot di musim terakhirnya, peluang Salah kembali berlaga di Liga Inggris masih terbuka lebar.

Sementara itu, Drogba tak ingin mengakhiri kisahnya sebagai komentator di bursa transfer. Di Piala Dunia 2026, mantan kapten Chelsea itu tampil sebagai penonton yang frustrasi saat timnas Pantai Gading kalah 2-1 dari Norwegia. Ia menuding wasit gagal mengambil keputusan tepat terkait pengusiran pemain Norwegia pada babak kedua. “Penalti tersebut jelas ada. Kekalahan ini sangat disayangkan,” ujar Drogba dalam wawancara eksklusif dengan Bolavip.

Timnas Pantai Gading, yang tampil mengesankan hingga babak 16 besar, harus puas menonton Norwegia melangkah ke babak perempatfinal. Kekalahan ini menjadi akhir dari perjalanan emosional Pantai Gading di turnamen ini, yang menempatkan mereka sebagai satu-satunya negara Afrika yang melangkah hingga fase gugur.

Bagi Drogba, dua momen ini menunjukkan peran penting legenda sepak bola dalam membangun masa depan. Baik di dunia transfer maupun komentari pertandingan, pendapat mantan pemain jempolan tetap menjadi acuan bagi publik global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan