Ezri Konsa Jadi Pahlawan Tak Terduga di Balik Kemenangan Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026
Suara Pecari, Ezri Konsa, bek serba bisa Aston Villa, menjadi sorotan utama dalam perjalanan Inggris ke semifinal Piala Dunia 2026. Pemain yang biasanya beroperasi di jantung pertahanan ini terpaksa dimainkan sebagai bek kanan karena krisis cedera dan skorsing yang melanda skuad The Three Lions. Keputusan berani pelatih Thomas Tuchel untuk memainkan Ezri Konsa di posisi yang tidak biasa justru menjadi kunci keberhasilan Inggris melaju ke empat besar.
Pada laga perempat final melawan Norwegia, Ezri Konsa dipercaya mengisi posisi bek kanan setelah Jarell Quansah terkena skorsing dua pertandingan akibat kartu merah di babak 16 besar. Selain itu, bek kanan utama Reece James juga belum pulih sepenuhnya dari cedera hamstring. Dengan situasi tersebut, Tuchel memilih untuk menggeser Ezri Konsa dari posisi bek tengah ke sisi kanan pertahanan. Langkah ini terbukti efektif meskipun Inggris tampil kurang meyakinkan secara keseluruhan.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Miami, Inggris sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Andreas Schjelderup pada menit ke-36. Namun, Jude Bellingham muncul sebagai penyelamat dengan mencetak dua gol, satu di masa injury time babak pertama dan satu lagi di babak perpanjangan waktu. Meski kemenangan diraih, pelatih Thomas Tuchel tidak puas dengan performa timnya. Ia menyebut permainan Inggris ‘ceroboh’ dan ‘lambat’, namun memuji semangat juang pemain termasuk adaptasi cepat Ezri Konsa di posisi barunya.
Ezri Konsa sendiri tampil solid meski tidak dalam posisi terbaiknya. Ia beberapa kali melakukan tekel krusial dan membantu serangan dari sisi kanan. Kehadirannya memberikan keseimbangan yang dibutuhkan tim, terutama saat menghadapi tekanan dari pemain sayap Norwegia. Setelah pertandingan, banyak pengamat memuji fleksibilitas dan ketenangan Ezri Konsa di bawah tekanan.
Selain krisis di posisi bek kanan, Inggris juga dihadapkan pada masalah cedera Declan Rice yang mengalami sakit menjelang laga. Gelandang Arsenal itu hanya bermain di babak pertama sebelum digantikan. Namun, ia diperkirakan akan pulih untuk semifinal melawan Argentina. Sementara itu, Ezri Konsa dipastikan akan kembali menjadi andalan di lini belakang, baik sebagai bek tengah maupun bek kanan, tergantung situasi.
Menatap semifinal melawan Argentina, Inggris masih memiliki pekerjaan rumah besar. Penampilan mereka sejauh ini belum meyakinkan, namun kehadiran pemain seperti Jude Bellingham dan fleksibilitas Ezri Konsa memberikan harapan. Konsa membuktikan bahwa ia adalah pemain yang dapat diandalkan di berbagai posisi, sebuah aset berharga dalam turnamen seketat Piala Dunia.
Kesimpulannya, Ezri Konsa telah menjadi salah satu pahlawan tak terduga dalam perjalanan Inggris. Dengan kemampuan bermain di beberapa posisi, ia memberikan solusi bagi Tuchel di saat krisis. Jika Inggris ingin mengakhiri puasa gelar sejak 1966, kontribusi pemain seperti Ezri Konsa akan sangat menentukan. Semifinal melawan Argentina akan menjadi ujian sebenarnya bagi Konsa dan seluruh skuad Inggris.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










