Keputusan Kontroversial Sorloth Tak Umpan Haaland Berujung Petaka dan Teror di Medsos
Suara Pecari, Keputusan Alexander Sorloth untuk tidak mengumpan bola kepada Erling Haaland dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Inggris berbuntut panjang. Sorloth menjadi sasaran kebencian dan ancaman pembunuhan di media sosial setelah Norwegia tersingkir.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Miami Stadium, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB, Norwegia sempat unggul 1-0 melalui gol Andreas Schjelderup pada menit ke-36. Menjelang turun minum, Sorloth mendapat peluang emas saat menggiring bola dalam situasi dua lawan satu bersama Haaland. Namun, Sorloth memilih menembak sendiri, yang berhasil diblok pertahanan Inggris. Beberapa menit kemudian, Inggris menyamakan kedudukan dan akhirnya menang 2-1 setelah babak tambahan waktu.
Keputusan Sorloth itu memicu kemarahan publik. Unggahan terakhir Sorloth di Instagram, yang merupakan selebrasi kemenangan atas Brasil di babak 16 besar, kebanjiran lebih dari 170.000 komentar bernada kasar, termasuk ajakan untuk mengakhiri hidupnya. Pasangan Sorloth, Lena Selnes, bahkan mengunggah tangkapan layar berisi pesan-pesan penuh ancaman tersebut.
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, mengecam keras tindakan para penggemar. “Ini tragis. Itulah dunia yang kita tinggali. Saya selalu meminta para pemain untuk menjauhi media sosial, terutama di hari seperti ini,” ujar Solbakken dalam konferensi pers di Miami. “Tidak ada lagi yang bisa dikatakan selain ini benar-benar tidak masuk akal di semua level.”
Sorloth sendiri, pemain Atletico Madrid, membela keputusannya. “Setelah sentuhan pertama saya, saya melihat John Stones menutup jalur operan. Jadi saya mengambil sentuhan lain, tetapi sentuhan itu jelek. Seharusnya saya yang bergerak lebih dulu untuk membuatnya tidak seimbang, tetapi saya malah menunggunya bergerak,” jelas Sorloth. “Yang paling saya inginkan dalam situasi itu adalah mengoper ke Erling. Tapi sepertinya operan itu tidak akan berhasil, jadi saya memilih menembak. Ini sangat berat. Saya terus berpikir seharusnya saya melakukan adegan itu lebih baik. Tentu akan ada kesempatan lain, tetapi ini lebih sulit karena terjadi di panggung terbesar dengan tiket semifinal Piala Dunia dipertaruhkan.”
Kekalahan ini mengakhiri perjalanan gemilang Norwegia yang untuk pertama kalinya sejak 1998 lolos ke Piala Dunia dan berhasil menembus perempat final. Namun, bayang-bayang keputusan Sorloth terus menghantui. Para penggemar dan pengamat sepak bola masih memperdebatkan apakah Sorloth seharusnya mengumpan atau tidak, sementara Sorloth harus menghadapi konsekuensi berat dari pilihannya di lapangan.
Insiden ini menjadi pengingat kelam tentang sisi gelap media sosial, di mana seorang pemain yang telah berjuang habis-habisan untuk negaranya justru menerima ancaman kematian karena sebuah keputusan dalam hitungan detik. Sorloth mungkin akan terus diingat sebagai pemain yang gagal mengoper ke Haaland, tetapi kisahnya juga menjadi pelajaran tentang tekanan luar biasa yang dihadapi atlet di era digital.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










