Blunder Digne Bikin Prancis Tersingkir, Hujatan Rasial Mengalir
Suara Pecari, Kekalahan Prancis dari Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026 menyisakan duka mendalam, terutama bagi Lucas Digne. Bek kiri Aston Villa itu menjadi sorotan usai blundernya berujung penalti yang membawa La Roja unggul. Namun, yang lebih memprihatinkan, Digne juga menjadi sasaran hujatan rasial di media sosial setelah pertandingan.
Dalam laga yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Amerika Serikat, Rabu (15/7) waktu setempat, Prancis takluk 0-2 dari Spanyol. Gol pertama Spanyol lahir dari penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-20, setelah Digne melakukan pelanggaran terhadap Lamine Yamal. Insiden bermula ketika Digne gagal mengantisipasi umpan silang Marc Cucurella. Saat berusaha menyapu bola, ia justru mengenai tubuh Yamal hingga pemain muda itu terjatuh di kotak penalti. Wasit Ivan Barton tanpa ragu menunjuk titik putih.
Mantan wasit internasional Prancis, Said Ennjimi, menilai keputusan tersebut sudah tepat. “Lamine Yamal memutar tubuhnya karena takut bola mengenai wajahnya. Posisi lengannya alami dan menempel di badan,” ujar Ennjimi kepada L’Equipe. Penalti tersebut menjadi awal keruntuhan Les Bleus. Penampilan Digne tidak membaik setelah insiden itu. Ia beberapa kali kehilangan bola pada awal babak kedua dan terus kesulitan mengawal pergerakan Yamal sebelum akhirnya digantikan Theo Hernandez pada menit ke-73.
Gol kedua Spanyol dicetak oleh Pedro Porro di babak kedua, memastikan kemenangan 2-0. Kekalahan ini membuat Prancis gagal melaju ke final dan harus puas bertanding di perebutan tempat ketiga melawan Inggris atau Argentina.
Usai pertandingan, gelombang hujatan rasial ditujukan kepada Digne di platform X. Seorang politisi Prancis, Julien Odoul dari partai Rassemblement National, mengecam diamnya kelompok anti-rasis terhadap serangan tersebut. “Jika komentar keji yang sama ditujukan kepada Bradley Barcola atau Ousmane Dembélé, seluruh kiri anti-rasis akan berteriak dan menghujat. Tapi karena ini Lucas Digne, tidak ada reaksi karena rasisme anti-kulit putih tidak menarik bagi mereka. Memalukan,” tulis Odoul di akun X-nya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Federasi Sepak Bola Prancis maupun SOS Racisme. Sementara itu, rekan setim Digne, Rayan Cherki, membela rekannya saat ditanya wartawan di zona campuran. “Menurutmu apa yang akan kukatakan? Bahwa dia menangis, bahwa kami menekannya? Tidak,” jawab Cherki tajam. “Hal-hal seperti ini terjadi dalam pertandingan, begitulah sepak bola. Kami harus mendukungnya, dan dia harus bersama kami. Kami semua bersatu.” Cherki juga mengkritik performa tim secara keseluruhan, menyebut Prancis kalah karena kesalahan sendiri.
Nasib Digne kini menjadi perhatian publik. Selain harus menerima kenyataan pahit tersingkir, ia juga harus menghadapi serangan bernuansa rasis. Kasus ini kembali membuka perdebatan tentang perlakuan tidak setara terhadap korban rasisme di Prancis.
Prancis akan menjalani laga perebutan tempat ketiga pada hari Sabtu di Miami. Meski hanya memperebutkan medali perunggu, tim asuhan Didier Deschamps diharapkan bisa bangkit dan menutup turnamen dengan hasil positif. Namun, bagi Digne, luka akibat kekalahan dan hujatan mungkin tak akan cepat sembuh.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










