Bruno Guimarães Gagal Penalti, Brasil Tersingkir Dramatis dari Piala Dunia 2026

Bruno Guimarães Gagal Penalti, Brasil Tersingkir Dramatis dari Piala Dunia 2026

Suara Pecari, Gelandang Newcastle United, Bruno Guimarães, menjadi sorotan setelah gagal mengeksekusi penalti krusial saat Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 oleh Norwegia. Kekalahan 2-1 di MetLife Stadium, New York, membuat Selecao harus pulang lebih awal, memicu perdebatan sengit mengenai keputusan taktis dan masa depan sang pemain.

Dalam laga yang berlangsung Senin (6/7) malam, Brasil sebenarnya unggul peluang di babak pertama. Vinicius Junior dijatuhkan di kotak penalti, namun alih-alih mengambil sendiri, Bruno Guimarães yang maju sebagai eksekutor. Tendangan stutter-stepnya berhasil ditebak kiper Norwegia, Orjan Nyland, yang menyelamatkan bola dengan mudah. Kegagalan ini menjadi titik balik pertandingan.

Di babak kedua, Erling Haaland mencetak dua gol untuk Norwegia, sementara Brasil hanya mampu memperkecil kedudukan lewat penalti Neymar di masa injury time. Kekalahan ini membuat Brasil gagal melaju ke perempat final, sementara Norwegia akan berhadapan dengan Inggris.

Keputusan Bruno Guimarães mengambil penalti menuai kritik dari berbagai pihak. Pundit ITV, Gary Neville, mengecam gaya stutter-step yang dianggapnya tidak efektif. “Langkah stuttering-nya terlalu jelas, dia berhenti dan kemudian ragu-ragu. Itu bukan teknik yang baik,” ujar Neville. Roy Keane dan Ian Wright juga menyayangkan keputusan tersebut, mengingat Vinicius Junior adalah penendang utama di Real Madrid.

Namun, Vinicius membela rekannya. “Itu keputusan manajer. Saya tidak pernah menghindar dari tanggung jawab. Saya harap karier Bruno Guimaraes di tim nasional tidak ternoda oleh kesalahan ini,” kata pemain sayap Real Madrid itu. Pelatih Carlo Ancelotti juga mendapat dukungan dari Vinicius, meski keputusan taktisnya dipertanyakan.

Kontroversi penalti stutter-step sendiri bukan hal baru. Teknik yang dipopulerkan Pele ini kerap menuai pro dan kontra. Dalam peraturan IFAB, gerakan mengecoh diizinkan selama tidak menghentikan langkah setelah kaki tumpuan ditanam. Namun, kegagalan Bruno Guimarães kembali memicu perdebatan mengenai efektivitas teknik tersebut.

Di sisi lain, masa depan Bruno Guimarães di Newcastle United juga menjadi sorotan. Arsenal dilaporkan bersiap mengajukan tawaran baru setelah tawaran awal £55 juta ditolak. Sang kapten Newcastle dikabarkan frustrasi dengan arah klub yang terus menjual pemain bintang, seperti Alexander Isak dan Sandro Tonali. Ketertarikan pada Liga Champions menjadi faktor utama yang membuatnya mempertimbangkan hengkang.

Kesimpulannya, kegagalan penalti Bruno Guimarães tidak hanya mengakhiri perjalanan Brasil di Piala Dunia, tetapi juga memicu spekulasi mengenai masa depannya di level klub. Dengan Arsenal yang terus mengintai, keputusan besar menanti gelandang Brasil ini di bursa transfer musim panas.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *