Haaland Hancurkan Brasil, Gabriel Magalhaes Jadi Kambing Hitam

Haaland Hancurkan Brasil, Gabriel Magalhaes Jadi Kambing Hitam

Suara Pecari, Erling Haaland menjadi bintang dengan dua golnya yang membawa Norwegia menang 2-1 atas Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan ini membuat Brasil tersingkir lebih awal sejak 1990, dan bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, mendapat sorotan tajam atas kesalahan defensifnya.

Pertandingan di MetLife Stadium, New Jersey, berjalan ketat. Brasil mendominasi penguasaan bola, namun Norwegia bertahan disiplin. Pada menit ke-79, umpan silang Andreas Schjelderup disambut sundulan Haaland yang melompat tinggi mengalahkan Gabriel Magalhaes. Mantan pemain Inggris, Gary Neville, mengkritik keras Gabriel Magalhaes yang memberi terlalu banyak ruang kepada Haaland. ‘Saya marah dengan Gabriel, dia tahu betul striker itu. Memberinya jarak lima yard lalu berlomba duel udara dengan Haaland… itu gila,’ ujar Neville di ITV.

Haaland menggandakan keunggulan pada menit ke-90 setelah menerima umpan Schjelderup, mengontrol, dan melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dihalau Alisson. Neymar memperkecil kedudukan di waktu tambahan, namun terlambat. Ini adalah pertama kalinya Norwegia lolos ke perempat final Piala Dunia.

Kritik juga datang dari Roy Keane dan Ian Wright. Keane menyebut ‘pertahanan buruk dari Gabriel’, sementara Wright heran karena Gabriel tidak mencari posisi Haaland. Gabriel Magalhaes, yang menjadi andalan Arsenal, tampil kurang meyakinkan sepanjang turnamen. Kesalahan posisi dan antisipasi yang lambat menjadi kelemahan yang dieksploitasi Haaland.

Brasil sebenarnya memiliki peluang emas saat Bruno Guimaraes gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-13. Kiper Norwegia, Orjan Nyland, mampu menebak arah tendangan. Kegagalan itu membuat Brasil frustrasi dan kehilangan momentum.

Kekalahan ini memupus harapan Brasil untuk meraih gelar keenam. Neymar yang berusia 34 tahun terlihat sangat terpukul, kemungkinan ini menjadi Piala Dunia terakhirnya. Fans Brasil di stadion dan di kampung halaman tak kuasa menahan air mata. Pelatih Carlo Ancelotti harus memikirkan kembali strategi tim, terutama lini pertahanan yang rapuh.

Bagi Norwegia, kemenangan ini adalah sejarah. Haaland membuktikan diri sebagai pemain super, mampu mengangkat timnya. ‘Saya kehilangan kata-kata. Kami semua beruntung dia orang Norwegia,’ puji Schjelderup.

Kesimpulannya, kegagalan Brasil menjadi pelajaran berharga. Gabriel Magalhaes harus introspeksi, sementara Haaland terus melaju bersama Norwegia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *